JAKARTA — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan bahwa kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) serta Relawan SAPA memiliki tugas penting di tingkat masyarakat bawah guna menekan dan menanggulangi tindak kekerasan pada anak.
"Kami tidak hanya ingin melihat banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi juga ada perubahan yang terjadi, yaitu semakin kuatnya norma anti-kekerasan, semakin baiknya pengasuhan keluarga, semakin berdayanya anak, serta semakin responsifnya masyarakat ketika melihat adanya kekerasan terhadap anak," ucap Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikannya ketika menggelar dialog virtual dengan para kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Relawan SAPA dari sejumlah wilayah.
Menurutnya, forum pertemuan ini berfungsi sebagai wadah bagi para kader untuk membagikan pengalaman, praktik positif, hingga rintangan dalam langkah-langkah melindungi anak di lingkup warga.
Ia menuturkan bahwa PATBM kini menjelma sebagai instrumen vital untuk mewujudkan ketahanan bagi anak, keluarga, maupun masyarakat luas.
"Gerakan ini menyentuh tiga lingkungan penting dalam kehidupan anak. Tidak hanya memperkuat kemampuan anak untuk mengenali haknya dan melindungi dirinya, namun juga memperkuat keluarga dan orang tua agar mampu memberikan pengasuhan yang aman, serta membangun masyarakat yang memiliki norma dan kepedulian untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak," tegas Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Agenda dialog bersama Menteri PPPA tersebut dihadiri oleh lebih dari 400 peserta PATBM yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara.