JAKARTA – Bupati Puncak Elvis Tabuni mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul kondisi kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Elvis meminta warga tidak menggunakan api secara sembarangan, terutama untuk membuka kebun maupun membersihkan lahan. Rumput dan semak yang mengering dinilai mudah terbakar dan berpotensi membuat api cepat menyebar.
"Pemerintah sudah memberikan peringatan bahwa tahun ini Indonesia, khususnya wilayah timur termasuk Papua Pegunungan dan Kabupaten Puncak, akan menghadapi kekeringan akibat El Nino," kata Elvis dalam keterangan resmi pada Selasa (11/8/2026).
"Sekarang kami sudah melihat sendiri dampaknya. Karena itu, saya minta seluruh masyarakat benar-benar menjaga kewaspadaan," imbuh dia.
Menurut Elvis, kekeringan mulai dirasakan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Puncak yang terdiri dari 25 distrik.
Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Ilaga, Gome, Amukia, Ilaga Utara, Mundidok, Agandugume, Lambewi, Sinak, Beoga, dan Wangbe.
Dia menegaskan masyarakat tetap dapat membuka kebun, tetapi penggunaan api harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
"Bagi warga saya di Kabupaten Puncak, jangan ada yang membawa api sembarangan. Jangan membakar hutan maupun rumput. Kalau membuka kebun, siapkan tempat khusus untuk api dan pastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan," tegasnya.
Elvis mengingatkan api yang tidak terkendali dapat membakar rumah, kebun, pagar, gereja, kantor kampung hingga fasilitas umum lainnya.
"Siapa yang akan bertanggung jawab? Karena itu, jangan membawa api sembarangan. Jika menggunakan api di lahan, pastikan benar-benar padam sebelum pulang," ujarnya.
Selain ancaman kekeringan, sejumlah wilayah Kabupaten Puncak sebelumnya juga terdampak bencana hidrometeorologi berupa hujan es dan embun salju.
Kondisi tersebut terjadi di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, yang mengakibatkan gagal panen, kematian ternak, hingga gangguan kesehatan warga.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Puncak bersama TNI dan Polri masih menangani dampak bencana di Distrik Agandugume.
Elvis meminta masyarakat tidak menambah persoalan dengan munculnya kebakaran hutan dan lahan akibat kelalaian penggunaan api.
Dia juga mengingatkan warga yang merokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput dan semak kering.
Elvis meminta tokoh adat, kepala suku, tokoh pemuda, pimpinan gereja, kepala kampung, dan kepala distrik ikut menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
Dia berharap sosialisasi dilakukan secara rutin, termasuk melalui gereja setiap hari Minggu dan berbagai pertemuan masyarakat.
Sejumlah wilayah yang dinilai perlu mendapat perhatian antara lain Kago, Gome, Mundidok, Pinapa, Mayuberi dan sekitarnya.
"Saya mengajak seluruh rakyat Kabupaten Puncak untuk menjaga lingkungan, menghindari penggunaan api secara sembarangan, dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran. Mari kami jaga daerah kami agar tetap aman," pungkas Elvis.