JAKARTA - Di tengah tingginya harga daging sapi yang menyentuh Rp150.000 per kilogram, beberapa pedagang justru mengeluhkan penurunan omzet.
Salah satunya pedagang daging sapi di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, bernama Heru (27).
"(Omzet) turun jadi setengahnya atau 50 persen," kata Heru ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Selasa (11/8/2026).
Heru menuturkan, sebelum harga daging sapi melonjak hingga Rp150.000 per kilo, pendapatan dari usahanya sejak tengah malam sampai sore hari sanggup menyentuh Rp10 juta.
Namun, sejak Idul Fitri 2026, nominal harga daging sapi tak kunjung melandai dan terus bertahan di angka Rp150.000 per kilogram.
Tingginya harga daging memicu Heru dihujani protes oleh banyak pelanggan. Tak jarang, pembeli memutuskan batal memboyong daging sapi.
Dampaknya, omzet Heru mengalami penyusutan drastis, kini hanya berkisar Rp5 juta setiap harinya.
Bukan sekadar dagingnya, bagian tubuh sapi lainnya seperti kaki juga mengalami lonjakan harga di pasar, dari yang biasanya Rp150.000 membumbung jadi Rp170.000 per kilogram.
Keadaan ini membuat omzet pedagang kaki sapi di pasar turut terperosok cukup dalam.
"Turun juga omzetnya. Soalnya pembeli atau konsumen yang biasanya beli satu batang (kaki sapi), jadi setengah batang. Biasanya beli 10 potong jadi lima potong," ungkap salah satu pedagang kaki sapi di Pasar Rumput bernama Baron (45).
Ia membeberkan, sebelum terjadi kenaikan harga, omzetnya sanggup menembus Rp2 juta per hari. Namun saat ini, raihan tersebut menyusut menjadi Rp1 juta per hari.
Dari omzet tersebut, margin keuntungan yang didapat hanya berkisar Rp200.000 sampai Rp400.000 per harinya.
Oleh sebab itu, Baron menaruh harapan agar harga daging sapi dapat melandai kembali seperti semula, sehingga harga jual di pasaran tidak terlampau tinggi dan memberatkan masyarakat.
Kompas.com telah melayangkan konfirmasi kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengenai kenaikan harga daging sapi di pasar tradisional, tetapi belum memperoleh tanggapan hingga berita ini dipublikasikan.