JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwasanya seluruh jajaran mantan presiden dan wakil presiden (wapres) bakal diundang guna menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI.
Prasetyo memaparkan bahwa deretan pejabat pemerintah telah ditugaskan untuk menyerahkan secara langsung undangan tersebut kepada para mantan presiden dan wakil beserta jajaran keluarganya.
"Mulai hari ini kami dari panitia menugaskan beberapa pejabat-pejabat pemerintah untuk mengantar undangan secara resmi kepada seluruh mantan presiden, mantan wakil presiden, maupun keluarga mantan, keluarga wakil presiden untuk mengundang secara resmi untuk hadir di dalam rangka Peringatan Detik-detik Proklamasi," kata Prasetyo di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, Prasetyo mengungkapkan bahwa khalayak masyarakat memperlihatkan antusiasme yang tinggi untuk dapat menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan di lingkungan Istana.
Menurut penjelasannya, alokasi tempat bagi peserta dari unsur masyarakat juga bakal ditambah kembali.
"Yang sebenarnya kapasitas yang memungkinkan kan hanya 5.500, tapi kami pastikan ada penambahan 3.400 kursi lagi gitu," ucapnya.
Prasetyo turut mengutarakan permohonan maaf apabila mendekati perayaan HUT Ke-81 RI terdapat beberapa titik ruas jalan di seputar Istana yang mengalami penutupan demi mendukung agenda persiapan upacara.
"Kami ingin menyampaikan permohonan maaf kalau mulai pagi hari ini tadi dan mungkin sampai beberapa hari ke depan di beberapa ruas jalan, Veteran maupun di apa namanya Merdeka Utara, mungkin akan ada penyesuaian atau penutupan-penutupan lalu lintas. Jadi kami mohon maaf kepada seluruh pengguna jalan, kepada seluruh masyarakat," ujar Prasetyo.
Sewaktu dikonfirmasi mengenai potensi kejutan saat Peringatan Hari Kemerdekaan kelak, ia mengimbau publik untuk menantikannya secara langsung.
"Ya, pasti ada perbedaan ya. Kalau masalah kejutannya, ya ditunggu nanti. Namanya juga kejutan," kata dia.