JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa produk mainan karya seni (art toys), kekayaan intelektual (intellectual property/IP), serta jasa pembuatan art toys buatan Indonesia berhasil meraup potensi transaksi mencapai 1 juta dolar AS atau sekitar Rp17 miliar pada pameran Urban Break & Toy Con Seoul 2026 di Korea Selatan.
Nominal tersebut melonjak drastis jika dibandingkan dengan keikutsertaan pada tahun 2025 yang mencatatkan potensi sebesar 500 ribu dolar AS. Hal ini membuktikan besarnya daya tarik calon pembeli beserta mitra bisnis di Korea Selatan terhadap produk art toys dan jasa kreatif asal Tanah Air.
"Lonjakan potensi transaksi ini menunjukkan produk dan jasa kreatif karya anak bangsa semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Keikutsertaan Indonesia pada ajang pameran ini merupakan bentuk kolaborasi Kemendag melalui Direktorat Jenderal PEN dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan di Republik Korea, berdampingan dengan kelompok seni Artistry Rights Kollektive asal Indonesia.
Dalam gelaran tersebut, Indonesia memajang deretan karya dari 21 kreator yang berhasil melenggang usai melalui tahapan kurasi oleh Kemendag, ITPC Busan, serta Artistry Rights Kollektive.
Rangkaian kreator yang unjuk gigi mencakup IKY, Rhoald, Abraham Derri, Mirfak, Arief Witjaksana, TOYKKYO, Henky, Beastnolyze, Bea, Skudeye, Royes, ULUM, Arya Mularama, Button Eyes, Edmoon, Kathox, Rozi Permana, Fivust, Mang Moel, Authentic Remixes, hingga Ghawean Dhewe.
Di area pameran, para kreator bertatap muka secara langsung dengan sekurang-kurangnya 400 calon pembeli potensial.
Produk yang dipamerkan meliputi art toys atau mainan desainer (designer toys) serta mainan koleksi (collectible toys) dengan nilai estetika tinggi yang dirancang khusus untuk barang koleksi sekaligus dilindungi oleh kekayaan intelektual.
Kepala ITPC Busan Husodo Kuncoro Yakti menggarisbawahi krusialnya upaya promosi yang lebih terfokus (targeted) dan berkesinambungan. Di samping itu, hadirnya Indonesia pada panggung internasional turut dimaksudkan untuk memahami tren minat dan potensi pasar dari negara luar.
Keterlibatan Indonesia di pameran ini pun diharapkan sanggup mendongkrak nilai ekspor sektor jasa, memicu pertumbuhan serta komersialisasi kekayaan intelektual lokal, hingga membuka peluang kemitraan jangka panjang untuk industri kreatif nasional.
"Pameran ini menjadi jembatan bagi seniman Indonesia untuk mempelajari preferensi dan pasar Korea Selatan," jelas Husodo.