Hakteknas Ke-31, BRIN Dorong Riset yang Berdampak Nyata

Hakteknas Ke-31, BRIN Dorong Riset yang Berdampak Nyata
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria [FOTO: NET].

JAKARTA — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menggarisbawahi bahwa perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-31 sepatutnya dipahami sebagai sarana untuk mendongkrak rasa percaya diri bangsa dalam ranah penguasaan teknologi.

Di sela agenda Indonesia Innovator Award di Jakarta, Senin, Arif mengimbau segenap komponen bangsa untuk mengenang kembali historis kebangkitan teknologi tanah air yang ditandai oleh penerbangan perdana pesawat N-250 Gatotkaca buatan B.J. Habibie pada 1995 silam.

"Tentu Hakteknas ini tidak hanya memperingati sejarah keberadaan Indonesia dalam teknologi, tetapi ini merupakan sebuah simbol kebangkitan kepercayaan diri bangsa dalam bidang teknologi. Hakteknas merupakan pengingat bagi bangsa Indonesia bahwa kemajuan teknologi harus dapat bermuara pada kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat," katanya.

Oleh sebab itu, sambung Arif, dalam momen perayaan tahun ini, BRIN mengusung tajuk "Teknologi Berdampak untuk Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur". 

Tema tersebut dipatok secara spesifik untuk mengedepankan peran vital teknologi dalam merancang masa depan negara, yang tidak lagi bisa semata-mata bersandar pada ketersediaan kekayaan alam.

Ia turut menggarisbawahi urgensi merombak pola pikir para periset, dari yang semula fokus melakukan riset sekadar demi riset (research for research), bergeser menjadi riset yang melahirkan kemanfaatan nyata bagi khalayak luas (research for impact).

"Kami harus mendorong hilirisasi riset dan inovasi. Riset tidak boleh berhenti pada publikasi atau prototipe, tetapi harus menjadi produk yang bermanfaat. Kebijakan yang tepat sasaran, serta solusi nyata bagi permasalahan bangsa," ujarnya.

Satu arah dengan visi itu, Arif menyinggung amanat penting dari Presiden yang menegaskan bahwa kapabilitas suatu negara dalam menguasai teknologi bakal menjadi penentu utama kedudukan serta harkatnya di panggung internasional.

Guna mengangkat harkat tersebut, BRIN telah memformulasikan tiga langkah strategis khusus untuk memacu percepatan pertumbuhan ekonomi nasional dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045.

Tiga langkah strategis tersebut meliputi pertama, menyajikan inovasi guna mendongkrak efisiensi produktivitas dan daya saing pelaku UMKM. 

Kedua, mengukuhkan daya saing sektor industri nasional serta Danantara berlandaskan riset dan inovasi. Ketiga, memfasilitasi co-development teknologi mutakhir dunia agar Indonesia terintegrasi dalam lanskap pengembangan teknologi global.

Ia menambahkan, N-250 bukan semata-mata sebuah wahana udara, melainkan cerminan dari cita-cita besar, kerja keras, kolaborasi, serta keberanian melampaui keterbatasan. 

Pesawat tersebut lahir dari keyakinan teguh bahwa bangsa ini sanggup merancang teknologinya secara mandiri, bukan cuma berperan sebagai konsumen.

"Semangat inilah yang harus terus kami bawa dan kami hidupkan di BRIN dan lembaga-lembaga riset di Indonesia, termasuk di berbagai perguruan tinggi," tutur Arif Satria.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index