JAKARTA - Aktivitas berjalan kaki kerap disarankan sebagai media pelepasan stres, baik melalui jalan santai di lingkungan sekitar maupun menyusuri area taman untuk menyatu bersama alam.
Kegiatan berjalan memang sejak lama terbukti menyimpan deretan faedah fisik, serta tergantung penerapannya, sanggup mendatangkan kebaikan bagi kesehatan jiwa. Salah satu metode yang memadukan kedua elemen kebaikan tersebut ialah tai chi walking.
Tai chi, sebuah seni bela diri berorientasi meditasi dari era Tiongkok kuno, tersusun atas gerakan halus dan penuh penghayatan guna merilekskan otot serta pikiran. Praktik ini telah diwariskan turun-temurun selama berabad-abad di Tiongkok, dan kini metode tai chi walking mulai mendulang popularitas di pelbagai platform media sosial.
"Orang-orang mulai tertarik pada praktik yang membantu mereka merasa membumi, sekaligus mendukung kesehatan fisik mereka," kata Leda Elliott, master tai chi sekaligus penulis buku The Five Seasons Method, dikutip Vogue.
"Tai chi walking sangat mudah dilakukan; tidak memerlukan pakaian khusus, peralatan, properti, atau studio; dan bisa dipraktikkan hampir di mana saja."
Di tengah tingginya pemikiran masyarakat pada isu-isu kebugaran jangka panjang, para ahli menilai banyak individu kini berburu jenis latihan simpel demi mendongkrak kebugaran secara menyeluruh.
"Seiring orang menyadari bahwa menjaga keseimbangan, mobilitas, dan kemandirian sama pentingnya dengan kebugaran kardiovaskular, praktik seperti tai chi walking menjadi semakin menarik," kata Christopher Gold, DO, asisten profesor kedokteran internal di Mount Sinai.
Apa itu tai chi walking? Elliott mengartikan tai chi walking sebagai fondasi awal guna mengenalkan kaidah-kaidah pergerakan dalam tai chi. "Ini hanyalah satu bagian kecil dari sistem yang jauh lebih besar, yang mencakup rangkaian gerakan lengkap, kesadaran internal, serta pembangkitan dan sirkulasi qi," jelasnya.
Qi sendiri merupakan energi kehidupan yang dipercaya mengalir dalam setiap makhluk hidup.
Ia memaparkan lebih lanjut bahwa dalam tai chi walking, pergerakan dieksekusi perlahan serta terencana, dengan fokus mempelajari pola perpindahan tumpuan beban tubuh secara utuh dari satu kaki ke kaki berseberangan.
Saat berlatih, seseorang perlu memperhatikan kesadaran akan "kaki berat" dan "kaki ringan", yang menjadi dasar dari kesadaran penuh terhadap setiap langkah yang diambil.
Berbeda dengan jalan kaki biasa, di mana gerakan cenderung otomatis dan perhatian lebih terfokus pada tujuan akhir, tai chi walking justru menekankan kualitas gerakan dan mengajarkan seseorang untuk tetap hadir di masa kini.
"Setiap bagian dari langkah [dalam tai chi walking] dilakukan secara sengaja dan penuh kesadaran," ujarnya. "Berat badan mengendap sepenuhnya di satu kaki sebelum kaki yang lain bergerak."
Cara melakukannya Penerapannya terbilang ringkas. Elliott menyarankan untuk mula-mula fokus meresapi keselarasan tubuh, disertai posisi bahu yang rileks. Pandangan selayaknya diarahkan lurus ke depan, alih-alih tertuju ke bawah ke arah kaki, guna menjaga posisi postur tetap tegak.
Awal langkah dimulai dengan menggeser tumpuan berat badan secara perlahan ke satu sisi kaki hingga terasa "lebih berbobot" pada bagian itu. Lantas, kaki sebelahnya yang terasa lebih ringan dilangkahkan ke depan lewat pergerakan yang ia sebut sit step, yaitu menempelkan tumit secara halus di atas lantai dengan jari-jari kaki sedikit terangkat.
Selanjutnya, seluruh bidang telapak kaki diturunkan perlahan ke permukaan lantai berbarengan dengan pemindahan tumpuan berat ke kaki tersebut.
"Hanya setelah berat badan benar-benar mengendap di kaki depan, kaki belakang baru menjadi ringan," jelasnya. "Kaki belakang kemudian bisa terangkat dan bergerak maju ke sit step berikutnya. Lanjutkan secara perlahan, dengan memperhatikan perbedaan yang jelas antara kaki berat yang menopang berat badan, dan kaki ringan yang bebas bergerak."
Manfaat tai chi walking Elliott memaparkan bahwa salah satu nilai plus paling menonjol dari tai chi walking adalah perbaikan keseimbangan fisik. Dr. Gold mengimbuhi bahwa latihan ini pun berpotensi memberi impak positif pada sistem kardiovaskular menyerupai manfaat jalan kaki konvensional maupun tai chi.
"Riset mengenai tai chi secara umum telah menunjukkan perbaikan pada keseimbangan, mobilitas fungsional, dan kualitas hidup pada banyak lansia. Meski tai chi walking secara khusus belum banyak diteliti, praktik ini menerapkan banyak prinsip gerakan yang sama, yang kemungkinan berkontribusi terhadap manfaat serupa," katanya.
Potensi kebaikan lain yang ditambahkan oleh Dr. Gold mencakup:
Penyelarasan koordinasi tubuh yang lebih prima
Penguatan pada otot area kaki, pinggul, hingga bagian inti
Perbaikan pada aspek postur dan mekanika tubuh
Peningkatan fleksibilitas dan mobilitas sendi
Reduksi tingkat stres, rasa cemas, hingga perbaikan suasana hati
Peningkatan ketajaman fokus mental
Melalui kacamata tai chi tradisional, Elliott menerangkan bahwa latihan ini menuntun pengembangan rooting, yakni kapasitas tubuh untuk merasa menyatu kokoh dengan pijakan tanah. Peralihan berat badan yang dilakukan berkesadaran membantu menstimulasi aliran qi menembus area kaki hingga telapak, sehingga memicu rasa kestabilan yang kian tangguh.
Risiko yang perlu diperhatikan Secara umum, tai chi walking relatif terjamin keamanannya berhubung tergolong aktivitas berintensitas rendah. Namun begitu, penting untuk tidak memaksakan terlalu banyak variasi gerakan sekaligus, utamanya bagi pemula.
"Menambahkan terlalu banyak perpindahan berat badan atau putaran di awal latihan bisa membuat seseorang merasa limbung," kata Elliott.
"Memulai dengan pola langkah yang lebih sederhana memungkinkan seseorang mengembangkan stabilitas dan kesadaran tubuh terlebih dahulu sebelum melangkah ke tingkat berikutnya."
Dr. Gold mengimbau, individu yang mengidap serangan pusing, vertigo akut, kelainan keseimbangan yang bermakna, atau baru saja mengalami cedera ada baiknya berdiskusi dengan dokter sebelum mengadopsi tai chi walking ke dalam agenda olahraganya.
Mereka yang sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi ortopedi, stroke, kejang, atau gangguan saraf lainnya berpeluang membutuhkan arahan dari ahli fisioterapi terlebih dahulu.
Elliott turut mengingatkan khalayak yang memiliki keluhan kronis pada lutut atau pinggul untuk memastikan perolehan panduan yang tepat, supaya beban tubuh didistribusikan pada area yang sanggup menopangnya sekaligus menjaga lutut serta pinggul tetap simetris.
Lantaran hal itu, penerapan teknik yang tepat memegang peranan paling krusial dalam tai chi walking demi meminimalisasi potensi cedera.
"Teknik yang tepat sangat penting," kata Dr. Gold. "Belajar dari instruktur yang kompeten atau sumber terpercaya di awal dapat membantu memaksimalkan manfaat sekaligus mengurangi risiko cedera yang tidak perlu."
"Ketika diajarkan dengan benar dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, tai chi walking bisa menjadi praktik yang luar biasa," tambah Elliott, "bagi orang dari segala usia dan berbagai tingkat kebugaran."
Untuk yang sedang mencari opsi olahraga ringan namun tetap efektif membantu pikiran tetap fokus pada momen saat ini, tai chi walking sangat patut dicoba.
"Ini adalah pilihan yang sangat baik bagi orang-orang yang mencari olahraga yang lembut bagi persendian, namun tetap memberikan manfaat kesehatan fisik dan mental yang berarti," kata Dr. Gold.
"Praktik ini bisa sangat bermanfaat khususnya bagi lansia, orang yang baru memulai program olahraga, atau siapa pun yang ingin memperbaiki keseimbangan, postur, dan kesadaran tubuh."
"Dalam banyak hal, tai chi walking mencerminkan kehidupan," tambah Elliott. "Jalan hidup kami terbentuk dari setiap langkah yang kami ambil. Ketika setiap langkah dilakukan dengan kesadaran dan kesengajaan, kami menciptakan perjalanan yang lebih bermakna."