Pemprov DKI Diminta Siapkan Layanan Kesehatan Antisipasi ISPA

Pemprov DKI Diminta Siapkan Layanan Kesehatan Antisipasi ISPA
Pemprov DKI Jakarta diminta menyiapkan pelayanan kesehatan [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didesak untuk mematangkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di bermacam tingkatan secara memadai serta gampang dijangkau publik demi mengantisipasi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah fenomena El Nino yang melanda saat ini.

"Siapkan pelayanan kesehatan di berbagai tingkatan yang memadai dan mudah di akses masyarakat, lengkap dengan sarana diagnostik dan obat-obatannya," kata Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Tjandra menuturkan bahwa fenomena El Nino beserta suhu panas yang ekstrem berpotensi meningkatkan ancaman penyakit menular, salah satunya ISPA. Oleh sebab itu, jajaran pemerintah dituntut sigap untuk mengantisipasinya.

Bukan cuma itu, apabila dijumpai kasus yang membutuhkan perawatan intensif atau rawat inap, kesiapan rumah sakit penanganan pun mesti segera dimaksimalkan.

Di lain pihak, Tjandra menegaskan bahwa Pemprov DKI lewat Dinas Kesehatan wajib secara konsisten menyosialisasikan pola hidup bersih sehat (PHBS) di tengah warga masyarakat.

Langkah strategis lain yang patut dieksekusi Pemprov DKI yaitu menyajikan informasi berkala terkait situasi cuaca, temperatur, tingkat polutan udara, serta data pendukung lainnya. Penyaluran informasi ini vital agar publik dapat mengondisikan aktivitas harian dengan dinamika kondisi cuaca yang terjadi.

"Pemerintah tentu perlu melakukan upaya modifikasi cuaca. Kalau ada panas kering berlebihan maka mungkin dapat dibuat hujan buatan," kata Tjandra yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendata sebanyak 1.966.308 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) beredar di kawasan Jakarta sepanjang kurun Januari sampai Oktober 2025.

Akumulasi kasus ISPA tersebut menduduki posisi penyakit dengan angka kunjungan pasien paling tinggi di Puskesmas lantaran tingkat penularannya tergolong amat cepat via percikan droplet hingga partikel aerosol yang bertebaran di udara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index