Gagal Capai Kesepakatan, WBA Lelang Hak Siar Schofield vs Bahdi

Gagal Capai Kesepakatan, WBA Lelang Hak Siar Schofield vs Bahdi
Perebutan Gelar Kelas Ringan WBA: Schofield vs Bahdi Dilelang [FOTO: NET].

JAKARTA - World Boxing Association (WBA) menginstruksikan pelaksanaan lelang hak siar (purse bid) menyusul kebuntuan negosiasi antara kubu Floyd Schofield dan Lucas Bahdi untuk laga perebutan sabuk juara dunia kelas ringan (61,2 kg).

"Penawaran minimum untuk mendapatkan hak promosi pertandingan telah ditetapkan sebesar 150.000 dolar AS, sementara hadiah akan dibagi rata antara kedua petinju karena gelar kelas ringan WBA saat ini kosong," demikian keterangan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Senin (3/8/2026).

WBA pada mulanya memberikan tenggat waktu kepada kedua belah pihak untuk bernegosiasi terkait lokasi, tanggal pelaksanaan, pembagian pembiayaan, hingga promotor penyelenggara duel.

Akan tetapi, kedua kubu tak kunjung mencapai titik temu sehingga WBA memilih mengambil langkah lelang hak siar mengacu pada regulasi internal organisasi. Agenda lelang dijadwalkan bergulir pada 11 Agustus di Cypress, Texas, Amerika Serikat.

Prosedur penawaran imbalan akan dimulai pukul 11.00 waktu setempat dan bakal dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komite Kejuaraan Julio Thyme dari markas besar organisasi pelopor tersebut di Amerika Serikat.

WBA menerangkan telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada seluruh promotor yang terlibat sekaligus membekali mereka dengan petunjuk peraturan penawaran imbalan serta formulir penawaran resmi yang sesuai.

Schofield bertindak sebagai penantang rangking pertama di divisi tersebut. Petinju muda asal Amerika Serikat yang tengah meroket itu tercatat belum tersentuh kekalahan dengan koleksi 13 kemenangan, yang mana enam di antaranya diraih secara knockout (KO). 

Petinju berjuluk "Kid Austin" itu sempat mengamankan sejumlah kemenangan impresif kala berhadapan dengan Tevin Falmer, Rene Tellez Giron, serta Ricardo Lopez Torres.

Sementara itu, Bahdi menempati posisi penantang nomor dua pada divisi kelas ringan WBA. Petinju berkebangsaan Kanada tersebut juga mengantongi rekor tak terkalahkan lewat torehan 20 kemenangan (15 KO).

Mengingat status keduanya sebagai dua penantang peringkat teratas yang tersedia, mereka kini bakal berduel demi merebut mahkota juara kelas ringan WBA yang tengah tak bertuan. Petinju berjuluk "Prince" tersebut mengukir kemenangan terbesar sepanjang kariernya kala menumbangkan Roger Gutiérrez pada Agustus 2025.

Sebagai dua penantang teratas yang tersedia dalam peringkat, mereka sekarang akan bersaing memperebutkan gelar juara kelas ringan WBA yang kosong.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index