Purbaya Kaget Penjualan Mobil RI dan Malaysia Hampir Sama

Purbaya Kaget Penjualan Mobil RI dan Malaysia Hampir Sama
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rasa terkejutnya mendapati angka penjualan mobil di Indonesia berada pada tingkat yang relatif setara dengan Malaysia, padahal secara demografi jumlah penduduk Indonesia berkisar lima kali lipat lebih banyak.

Menurut penuturan Purbaya, volume penjualan kendaraan roda empat di Indonesia dan Malaysia sama-sama berada pada kisaran 800.000 unit. Di sisi lain, populasi penduduk Indonesia mencapai sekitar lima kali lipat bila dibandingkan dengan negara tetangga tersebut.

“Tadi Pak Ketua bilang, kami sama Malaysia penduduknya lima kali lipat, tapi penjualan mobilnya sama sekitar 800.000. Kami sempat 1 juta, bisa turun ya,” ujar Purbaya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Selasa (4/8/2026).

Purbaya memaparkan bahwasanya dinamika tersebut menjadi salah satu indikator penting yang patut dicermati dalam memetakan daya beli masyarakat serta laju perekonomian nasional. 

Ia berpandangan, melambatnya laju pertumbuhan ekonomi dalam kurun beberapa tahun terakhir turut menekan tingkat permintaan pasar kendaraan.

“Apa yang terjadi? Dia bilang karena investasinya jelek. Oke kalau begitu Anda datang ke saya, komplain ke saya, nanti saya betulin. Tapi saya rasa bukan itu saja,” kata Purbaya.

Menurut penjelasannya, laju pertumbuhan ekonomi yang berjalan lebih kencang bakal mendongkrak pendapatan warga dan pada gilirannya memperluas cakupan masyarakat yang sanggup membeli kendaraan.

“Kalau ekonominya tumbuh cepat, uangnya makin banyak, demand juga makin banyak, orang yang bisa beli mobil makin banyak,” ujarnya.

Purbaya turut menggarisbawahi betapa strategisnya posisi industri otomotif terhadap perekonomian Indonesia. 

Kurang lebih 1,5 juta tenaga kerja menggantungkan hidup pada ekosistem otomotif di Tanah Air. Di samping itu, kapasitas produksi kendaraan yang terpasang saat ini telah menembus sekitar 2,6 juta unit per tahun.

“Sekitar 1,5 juta warga Indonesia bekerja di industri otomotif. 2,6 juta kendaraan per tahun dihasilkan dari kapasitas produksi yang terinstall,” kata Purbaya.

Ia menguraikan bahwa sektor otomotif memiliki keterkaitan erat dengan pelbagai lini industri lain, mulai dari industri baja, komponen elektronik, bahan kimia, logistik, hingga jasa keuangan. 

Namun, Purbaya memberi catatan bahwasanya pemenuhan bahan baku mau pun komponen pendukung industri tersebut masih banyak yang bersumber dari luar negeri atau impor.

“Sebagian yang disebut-sebut tadi baja, elektronik, bahan kimia masih banyak diimpor,” ujarnya.

Atas dasar hal itu, pemerintah mendorong jajaran perusahaan otomotif beserta industri pendukungnya untuk memperbesar dan memperkuat basis manufaktur di dalam negeri.

Purbaya juga menyenggol kedudukan Thailand yang saat ini memegang peranan sebagai pusat produksi otomotif kawasan. Pemerintah, tegasnya, berkeinginan menarik lebih banyak fasilitas manufaktur dari Thailand menuju Indonesia.

“Kami akan dukung Toyota juga, tapi bawa manufakturasi utama dari Thailand ke Indonesia,” kata Purbaya.

Ia menegaskan bahwa jajaran pemerintah siap mengucurkan insentif guna memicu korporasi memindahkan fasilitas produksinya ke Tanah Air.

“Kami akan menyediakan cukup insentif untuk Anda memindahkan fasilitas produksi dari Thailand ke Indonesia,” ujarnya.

Purbaya membidik Indonesia agar tidak sekadar berposisi sebagai pasar pasar kendaraan, melainkan berorientasi menjadi basis manufaktur utama untuk menyuplai pasar regional maupun global.

“Saya ingin Indonesia menjadi basis produksi mobil di kawasan (Asia Tenggara) dan mengekspornya ke kawasan lain atau negara lain secara global,” kata Purbaya.

Menurut penjelasannya, langkah penguatan sektor industri otomotif wajib berjalan berdampingan dengan penggenjot daya beli dan permintaan di dalam negeri.

“Saya akan ciptakan demand yang kuat sehingga Anda bisa berkembang dengan maksimal di sini,” ujar Purbaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index