BGN Pastikan Penanganan Keracunan MBG di Papua Optimal

BGN Pastikan Penanganan Keracunan MBG di Papua Optimal
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono menjamin penanganan medis serta proses evaluasi atas kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua dilaksanakan secara maksimal.

"Tadi saya langsung berkunjung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani ini, memang banyak sekali kekurangan. Saya sudah tegur juga koordinator wilayah, mengapa pengawasan seperti ini masih terjadi. Sementara kami suspend (hentikan sementara) dulu, kami cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada standar operasional prosedur atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kami semua," ujar Trenggono dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (/7/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Trenggono sewaktu mengecek lokasi dugaan gangguan keamanan pangan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk pada Kamis (6/8/2026).

Trenggono pun meninjau beberapa pusat pelayanan kesehatan yang merawat para korban, di antaranya Puskesmas Depapre, Aula Kantor Distrik Depapre, serta RSUD Yowari, guna menjamin seluruh pasien mendapat perawatan medis yang layak, sekaligus memberikan dorongan semangat kepada para korban beserta keluarganya.

Di samping itu, ia menyambangi SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua yang mengelola santapan untuk para penerima manfaat saat peristiwa itu terjadi pada Rabu (5/8/2026) pagi. 

Kunjungan dilakukan guna menilai secara langsung alur pengolahan makanan beserta penerapan prosedur standar yang berjalan, sekaligus menyetop operasional SPPG tersebut untuk sementara waktu.

Menurut penjelasannya, pembenahan yang dilakukan tak cuma ditujukan untuk menemukan pemicu masalah, melainkan juga sebagai langkah memperketat skema pengawasan supaya insiden serupa tidak terulang kembali.

Berdasarkan data sampai pukul 15.45 WIT, terdata sebanyak 219 penerima manfaat telah menerima tindakan medis di bermacam fasilitas kesehatan.

Rinciannya, 83 pasien ditangani di RSUD Yowari, 61 pasien di Puskesmas Depapre, 14 pasien di Puskesmas Sentani, dua pasien di Puskesmas Komba, satu pasien di Puskesmas Kampung Harapan, empat pasien di RS Dok II Jayapura, 24 pasien di RS Abepura, 21 pasien di RS Kementerian Kesehatan, dan 20 pasien di RS Dian Harapan.

Dari total pasien tersebut, delapan orang telah diizinkan kembali ke rumah lantaran keadaan fisiknya makin pulih. Sedangkan tiga pasien lain dipindahkan dari RSUD Yowari ke RS Kementerian Kesehatan guna memperoleh perawatan lebih lanjut.

BGN terus menjalin komunikasi erat bersama semua pihak terkait demi memastikan seluruh pasien mengantongi pelayanan kesehatan terbaik, sekaligus menyokong proses pemeriksaan yang sedang berjalan.

"Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini. Namun demikian penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sehingga seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi," ucap Trenggono.

Ia menambahkan bahwa temuan investigasi nantinya dijadikan dasar perbaikan sistem kontrol kualitas, keamanan produk pangan, hingga pemenuhan standar operasional pada tiap jenjang pelaksanaan Program MBG.

"Kami memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan Program MBG semakin baik serta memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerima," tuturnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index