PPAL Kerahkan Jajaran Bangun Lahan Ketahanan Pangan

PPAL Kerahkan Jajaran Bangun Lahan Ketahanan Pangan
Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono menginstruksikan jajarannya untuk berpartisipasi aktif dalam memfungsikan lahan ketahanan pangan di berbagai daerah. Langkah ini diambil guna menyokong program pemerintah terkait penguatan cadangan pangan daerah.

"Di wilayah, rayon maupun sub-rayon di seluruh jajaran, kita tekankan ada kegiatan yang sifatnya untuk ketahanan pangan. Mungkin melalui kolam ikan, juga penanaman tanaman-tanaman," kata Yudo saat ditemui di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (/7/8/2026).

Yudo menambahkan, program ketahanan pangan tersebut tidak cuma ditujukan untuk menopang agenda pemerintah, tetapi juga untuk menyokong kebutuhan para purnawirawan TNI AL di wilayah setempat.

 Melalui pengelolaan lahan ini, para purnawirawan diharapkan dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan pangan harian sekaligus memperoleh tambahan penghasilan.

Meski begitu, Yudo belum membeberkan detail luas area ketahanan pangan yang dimanfaatkan oleh jajaran PPAL maupun jenis komoditas tanaman yang dibudidayakan.

Di sisi lain, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa TNI AL ikut ambil bagian dalam membantu pemerintah mengamankan stok kedelai nasional melalui optimalisasi lahan di sejumlah titik sebagai area tanam kedelai.

"Upaya ini akan memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor," kata Agus saat memberikan paparan di depan Presiden Prabowo Subiyanto di acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Dalam pemaparannya, TNI AL telah mengurusi area seluas 2.432 hektare untuk dijadikan perladangan kedelai yang tersebar di wilayah-wilayah tertentu.

"TNI Angkatan Laut mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi 3.676 ton tersebar di enam wilayah dengan kontribusi sebesar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026," kata Agus.

Oleh karena capaian tersebut dianggap masih perlu ditingkatkan, Agus memaparkan bahwa TNI AL kembali menggarap lahan baru seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah. Pengelolaan lahan-lahan tersebut diserahkan kepada prajurit TNI AL di tiap markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral).

"Estimasi panen mencapai 5.287 ton," kata Agus.

Agus menjamin jajaran TNI AL bakal menggarap lahan tersebut secara optimal demi menghasilkan panen kedelai bermutu tinggi. Lewat langkah ini, Agus berharap TNI AL dapat mendampingi pemerintah pusat dalam mengokohkan cadangan kedelai dalam negeri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index