SEBARIS.CO.ID — Mitsubishi memindahkan ban serep Pajero generasi terbaru dari pintu belakang ke kolong, keputusan yang mengubah salah satu ciri ikonik SUV ini setelah puluhan tahun. Perubahan diambil bukan sekadar soal desain, melainkan mempertimbangkan bobot pintu, kemudahan akses harian, dan masukan pengguna global. Tapi ada konsekuensi yang perlu dicatat kalau Anda benar-benar memakai Pajero untuk off-road.
Kunitoshi Itagaki, spesialis produk utama Mitsubishi, menjelaskan alasan di balik perubahan ini. Keputusan tersebut tidak semata-mata didasarkan pada perubahan desain, tetapi juga masukan dari pengguna global soal bagaimana Pajero dipakai sehari-hari.
Bobot Pintu Belakang Jadi Pertimbangan Utama
Ban serep yang dipasang di pintu belakang membuat seluruh rakitan pintu jauh lebih berat. Setiap kali pemilik membuka atau menutup bagasi, beban tambahan itu harus ditanggung.
- Baca Juga Ramalan Zodiak Cancer, 20 September 2026
Penempatan ban di pintu juga membatasi pilihan aksesori dan sistem derek atau towing. Dengan memindahkannya ke kolong, Mitsubishi bisa memakai konfigurasi pintu yang lebih konvensional dan ramah pengguna.
Profil Pemakai Pajero Sudah Bergeser
Tidak semua pemilik memakai Pajero untuk off-road ekstrem. Banyak yang menjadikannya kendaraan harian, sehingga aspek kepraktisan dan kemudahan penggunaan jadi lebih penting.
Pergeseran ini yang membuat Mitsubishi berani meninggalkan tata letak ban serep yang sudah jadi identitas visual Pajero selama bertahun-tahun.
Warisan Visual Tetap Dijaga Lewat Elemen Segi Enam
Meski ban serep tidak lagi menempel di belakang, Mitsubishi berupaya mempertahankan warisan visualnya. Pintu belakang Pajero baru menampilkan elemen berbentuk segi enam.
Elemen itu dirancang sebagai penghormatan terhadap ban serep yang lama menjadi ciri ikonik model ini. Jadi, secara siluet, Pajero baru masih memberi petunjuk soal sejarah desainnya.
Konsekuensi untuk Pemakai Off-Road Serius
Perubahan ini membawa konsekuensi tertentu, terutama bagi pemilik yang benar-benar memakai Pajero untuk kegiatan off-road. Ban serep di kolong lebih sulit diakses saat ban kempes.
Kesulitan itu makin terasa ketika kendaraan terjebak di lumpur atau medan menantang. Sebaliknya, ban serep di pintu belakang jauh lebih mudah dijangkau dalam situasi seperti itu.
Untuk penggunaan harian, posisi baru ini justru menawarkan keuntungan. Pintu belakang lebih mudah dibuka dan beban pada struktur pintu berkurang.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan
- Ban serep di kolong lebih repot diakses saat off-road ekstrem, terutama di medan berlumpur
- Pajero baru kehilangan salah satu ciri khas visual paling ikonik dari generasi sebelumnya
- Belum ada informasi harga dan spesifikasi resmi untuk pasar Indonesia
- Kemampuan off-road diklaim tetap dipertahankan meski tata letak ban berubah
Verdict Sementara
Perubahan posisi ban serep di Pajero terbaru adalah keputusan yang masuk akal untuk pemakai harian. Pintu belakang lebih ringan, akses bagasi lebih praktis, dan konfigurasi towing lebih fleksibel.
Tapi bagi Anda yang memang memakai Pajero untuk off-road serius, hilangnya ban serep di pintu belakang adalah pengorbanan nyata. Akses cepat saat ban kempes di medan sulit tidak bisa digantikan oleh posisi kolong.
Mitsubishi tampaknya memilih pasar yang lebih luas ketimbang mempertahankan kemurnian identitas off-road. Keputusan yang bisa dipahami secara bisnis, meski tidak semua penggemar Pajero akan setuju.