JAKARTA - Juru taktik tim nasional Indonesia, John Herdman, mengutarakan bahwa skuad Garuda siap tampil habis-habisan pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan bergulir akhir bulan ini.
Herdman memberikan tanggapan terkait apa yang sanggup dijaminkannya kepada para pendukung, khususnya usai kekecewaan pada panggung Piala AFF atau ASEAN Championship 2026 bulan lalu. Langkah Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman saat itu harus terhenti lebih awal di fase grup.
"Saya rasa kami harus berjanji bahwa kami akan memberikan segala yang kami miliki."
- Baca Juga Ramalan Zodiak Cancer, 20 September 2026
"Hanya itu satu-satunya hal yang bisa kami janjikan kepada para penggemar," tutur Herdman pada agenda peluncuran pemegang hak siar FIFA ASEAN Cup 2026 di SCTV Tower, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Gelaran FIFA ASEAN Cup bakal dihelat mulai 24 September sampai 5 Oktober 2026. Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara Divisi 1, yang bakal dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, serta Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Indonesia yang menghuni Divisi 1 masuk dalam Grup A bersama Bangladesh, Malaysia, dan Singapura. Di sisi lain, Grup B dihuni oleh Vietnam, Pakistan, Thailand, serta Filipina. Seluruh laga Grup A bakal digelar di SUGBK, sedangkan bentrokan Grup B mengambil tempat di Stadion Si Jalak Harupat.
Laga pembuka armada Garuda pada FIFA ASEAN Cup dijadwalkan berlangsung pada 25 September di SUGBK menjajal Singapura. Selanjutnya, Indonesia bakal menantang Malaysia pada 28 September dan menguji Bangladesh pada 1 Oktober.
"Saya rasa tim saya, para pemain, selalu tampil dengan rasa hormat penuh terhadap lambang di jersey. Mereka selalu memberikan segalanya di atas lapangan, staf memberikan segalanya di balik layar, dan kami tahu para suporter memberikan segalanya di stadion," terangnya.
Pelatih berkebangsaan Inggris ini menggarisbawahi bahwa ia cuma bisa menjaminkan kerja keras tim, bukan hasil akhir, mengingat ada banyak variabel yang memengaruhi hasil di atas rumput hijau.
"Anda tidak bisa menjanjikan hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan. Anda tidak bisa mengendalikan 'dewi fortuna' sepak bola, Anda tidak bisa mengendalikan keputusan wasit," beber mantan nahkoda timnas Kanada tersebut.
"Yang bisa Anda kendalikan adalah usaha Anda, fokus Anda, dan komitmen Anda. Dan itulah yang akan dikendalikan oleh para pemain kami sepanjang turnamen ini," pungkasnya.