Lazio Vs AC Milan 2-2: Ruben Amorim Soroti Performa Dua Babak

Lazio Vs AC Milan 2-2: Ruben Amorim Soroti Performa Dua Babak
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim [FOTO: NET].

JAKARTA – Juru taktik AC Milan, Ruben Amorim, melayangkan evaluasi secara terbuka seusai anak-anak asuhnya sukses mengejar ketertinggalan dua gol hingga menyamakan kedudukan menjadi 2-2 kontra Lazio pada pekan keempat Serie A Liga Italia 2026-2027.

Pertandingan Lazio vs AC Milan tersebut digelar di Stadion Olimpico, Sabtu (12/9/2026).

Rossoneri sempat terancam pulang tanpa poin usai Lazio menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-0.

Lazio di bawah kendali pelatih Gennaro Gattuso memecah kebuntuan lewat aksi Matteo Cancellieri di menit ke-10, sebelum Tijjani Noslin memperlebar jarak keunggulan tuan rumah.

Lazio tadinya berpeluang mengamankan kemenangan keempat berturut-turut pada awal musim ini bersama mantan pilar AC Milan, Gennaro Gattuso. Kendati demikian, AC Milan memperlihatkan daya bangkit yang amat kontras usai jeda.

Diego Moreira sukses melesakkan dua gol dalam kurun waktu tiga menit, tepatnya pada menit ke-65 dan ke-67, demi mengubah papan skor menjadi 2-2.

Torehan imbang ini membuat Milan membawa pulang satu poin, meski Amorim memandang performa pasukannya masih belum memperlihatkan konsistensi.

Amorim Soroti Milan yang Kehilangan Energi

Saat memberikan keterangan kepada DAZN usai pertandingan berakhir, Amorim mengakui performa Milan terbilang jauh di bawah standar performa terbaik sepanjang babak pertama.

Pandangan ini sejalan dengan ungkapan pemain bertahan Mario Gila yang menyebut babak pertama sebagai sebuah "bencana" bagi Rossoneri.

"Saya mendengar Gila berbicara setelah pertandingan, dan saya sangat senang dengan pemahamannya terhadap pertandingan," ujar Amorim, seperti dikutip MilanNews.

"Pada babak pertama, kami benar-benar tidak hadir. Kami tidak memiliki energi yang tepat."

Pelatih berpaspor Portugal itu juga menggarisbawahi maraknya kekeliruan mendasar yang diperbuat Milan saat memegang penguasaan bola.

"Kami kehilangan begitu banyak bola tanpa tekanan, melalui umpan-umpan sederhana. Kemudian mereka berlari mengejar para pemain bertahan kami. Situasinya menjadi mudah bagi mereka," katanya.

Dalam pandangan Amorim, masalah utama Milan tak sekadar pada skema organisasi permainan semata, melainkan juga intensitas yang gagal dipancarkan sejak awal laga.

Babak Kedua Berubah Total

Amorim menilai respons perbaikan di babak kedua menjadikan Milan seolah menjelma sebagai tim yang sama sekali berbeda.

"Namun, pada babak kedua, semuanya berbanding terbalik. Kami memasukkan energi ke dalam permainan, sangat baik ketika menguasai bola, dan mampu mengontrol laga," tutur Amorim.

Ia memaparkan bahwa Milan mulai cakap dalam mengendalikan ritme sesuai situasi pertandingan, termasuk kapan harus menaikkan tempo serta memperlambatnya di saat yang tepat.

"Kami bermain cepat ketika harus bermain cepat. Kami mengontrol tempo dan menghentikan permainan ketika memang diperlukan. Itu adalah tim yang benar-benar berbeda, pertandingan yang benar-benar berbeda," ucapnya.

Perubahan skema tersebut membuahkan hasil sepasang gol Moreira dalam rentang waktu singkat. Gol perdana dicetak melalui sepakan voli, sedangkan gol penyeimbang lahir via penyelesaian first-time.

Meski mengapresiasi kebangkitan anak didikinya, Amorim menekankan bahwasanya hasil imbang tidak lantas menutup kelemahan Milan.

"Kami berhasil membawa pulang satu poin, tetapi jika melihat pertandingan secara keseluruhan, kami harus tampil lebih bagus karena Anda tidak bisa hanya bermain selama satu babak," kata Amorim.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index