Misi Aji Santoso Hidupkan Gelora 10 November Bersama De Red FC

Misi Aji Santoso Hidupkan Gelora 10 November Bersama De Red FC
Aji Santoso [FOTO: NET].

JAKARTA – Terdapat deretan sosok yang sudah familier di mata para pencinta sepak bola Surabaya di dalam skuad De Red FC. Klub promosi teranyar ajang Championship Liga 2 2026-2027 tersebut memang mengusung nuansa Persebaya Surabaya yang cukup kental.

De Red FC sendiri merupakan nama baru dari Dejan FC yang baru saja memperkenalkan 32 pemain, di mana 70 persen komposisi personelnya berasal dari Jawa Timur saat momen launching tim di Surabaya, Kamis (10/9/2026).

Namun demikian, De Red FC enggan sekadar berpuas diri menjadi skuad yang memuat deretan nama populer. 

Di bawah nakhoda Aji Santoso, klub tersebut tengah merajut identitas mandiri guna mengarungi sengitnya kompetisi kasta kedua musim ini.

Gelora 10 November Jadi Rumah Baru

Penetapan Stadion Gelora 10 November sebagai homebase De Red FC juga membawa kisah emosional tersendiri. Arena yang lekat dengan sejarah panjang sepak bola Surabaya itu bakal kembali menggelar laga kompetitif usai bertahun-tahun tak difungsikan sebagai venue resmi kompetisi.

Pertandingan pekan perdana kontra Tornado FC pada Sabtu (12/9/2026) sore menjadi momen laga debut resmi bagi De Red FC.

"Persiapan sudah sangat baik, tadi pagi juga melakukan official training selama satu jam. Semua pemain dalam kondisi baik, dalam kondisi siap," kata Aji Santoso.

"Mudah-mudahan pertandingan pertama di Gelora 10 November ini menjadi awal baik. Setelah bertahun-tahun tidak digunakan untuk kompetisi, stadion ini akhirnya kembali dipakai," imbuhnya.

Di samping menandai kesempatan pertama bagi Aji untuk mendampingi tim barunya di kompetisi resmi musim ini, laga tersebut sekaligus menjadi bagian dari tugasnya dalam membina ikatan emosional antara tim dan masyarakat.

"Memang betul mungkin ini pertama kali tim yang bisa dikatakan kami masih belum tahu suporternya ya. Tapi bagi saya tentunya pasti akan jadi tantangan bagaimana nanti suporter pendukung De Red bisa datang," tuturnya.

Ia optimistis tatkala klub sanggup memetik pencapaian bagus, secara alami animo penonton untuk hadir akan tercipta.

"Dari situlah saya selalu menargetkan bagaimana tim ini bisa berprestasi. Saya ingin tim ini dirindukan banyak orang, mereka ingin hadir di lapangan dan itu jadi salah satu trademark saya," kata mantan pelatih Persebaya itu.

"Bahwa menang saja tidak cukup, menang di dalam kondisi penting, tapi saya ingin menang dengan cara-cara yang bagus. Artinya, bisa menampilkan permainan-permainan yang orang-orang rindu itu datang ke stadion itu menonton pertandingan. Itu yang paling penting," sambungnya.

Generasi Muda di Tiga Poin untuk Membuka Perjalanan

Komposisi De Red FC juga diisi perpaduan antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda. Delapan personel di dalam skuad bahkan merupakan kelahiran tahun 2008 yang masuk dalam kategori pemenuhan regulasi wajib.

Juru taktik asal Malang tersebut menilai progres perkembangan para pemain mudanya selama masa persiapan berjalan sangat positif.

 Tantangan berikutnya yakni membentuk mental bertanding mereka agar dapat tampil tanpa rasa gentar di lapangan.

"Tinggal bagaimana saya meyakinkan pemain-pemain ini untuk bisa tampil perlu percaya diri, itu yang paling penting. Karena di dalam pertandingan itu mental sangat penting, kepercayaan diri sangat penting," ujar Aji Santoso.

"Itu akan membuat pemain bisa merasa nyaman, bisa tampil bagus. Tentunya saya punya kiat-kiat tersendiri yang sudah saya sampaikan ke pemain, tinggal bagaimana mereka mengaplikasikan dalam pertandingan," imbuhnya.

Di tengah proses membangun fondasi identitas klub, ia tetap mematok target maksimal pada duel perdana. Bermain di kandang sendiri membuka peluang lebar bagi timnya untuk mengawali langkah musim ini lewat torehan kemenangan.

"Meskipun tidak mudah tetapi kalau pemain bekerja keras, kompak, mengeluarkan segala kemampuan, sangat bisa terjadi seperti itu," kata pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Tornado FC bertandang membawa bekal raihan posisi keempat pada musim sebelumnya. Walau begitu, Aji enggan menjadikan pencapaian lawan tersebut sebagai beban bagi anak-anak asuhnya.

"Saya lebih suka fokus kepada tim, meskipun tentunya harus ada antisipasi dari apa yang menjadi kekuatan lawan dan kelemahan lawan yang akan kami eksplor," ujar Aji Santoso.

"Secara keseluruhan, tim kami sudah siap-siap. Sudah sangat siap, baik fisik, mental, maupun segala sesuatu-nya," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index