JAKARTA - Badan Geologi hingga hari ini masih melakukan pemantauan terhadap lima gunung api yang berada pada Status Level III (Siaga). Gunung Anak Krakatau tercatat memicu tiga kali aktivitas kegempaan pada Minggu pagi ini.
Sementara itu, di kawasan Gunung Semeru, terekam terjadi sebanyak 56 kali gempa akibat dinamika aktivitas vulkanik.
Berikut adalah gambaran kondisi serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga Gunung Semeru pada Minggu (13/9/2026):
LEVEL III (SIAGA)
1. Gunung Anak Krakatau
Visual: Kondisi fisik gunung api tertutup kabut, sehingga embusan asap kawah tidak teramati. Cuaca di lokasi berawan dengan hembusan angin lemah yang mengarah ke barat laut. Catatan suhu udara berada pada kisaran 26,4 hingga 26,7°C, dengan tingkat kelembapan mencapai 84-87%.
Kegempaan: Terdeteksi 2 kali gempa Low Frequency serta 1 kali gempa Tremor Menerus.
Rekomendasi: Warga, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diimbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau menggelar aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.
2. Gunung Lewotobi Laki-laki
Visual: Tubuh gunung api tampak terlihat jelas hingga tertutup kabut. Terpantau asap kawah utama berwarna putih berintensitas tipis dengan ketinggian berkisar 50 meter di atas puncak. Kondisi cuaca cerah hingga berawan, diiringi angin lemah menuju barat dan barat laut. Suhu udara berada di kisaran 23-25°C.
Kegempaan: Terjadi 11 kali gempa Vulkanik Dalam dan 12 kali gempa Tektonik Jauh.
Rekomendasi:
Masyarakat di kawasan Gunung Lewotobi Laki-laki serta wisatawan dilarang melakukan kegiatan apa pun dalam radius 5 km dari pusat erupsi.
Warga diminta tetap tenang, mematuhi petunjuk Pemda, dan tidak tepercaya pada isu yang tidak pasti sumbernya.
Warga sekitar perlu mewaspadai ancaman banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak jika curah hujan tinggi, terutama di area Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, serta Nawakote.
Masyarakat yang terdampak hujan abu disarankan mengenakan masker atau penutup mulut dan hidung untuk menghindari gangguan pernapasan.
Pemerintah Daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, atau PVMBG Badan Geologi di Bandung.
PVMBG secara berkala berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan Satlak PB setempat. Informasi selengkapnya dapat menghubungi Pos Pengamatan atau PVMBG di nomor telepon 022-7272606.
3. Gunung Merapi
Visual: Visual gunung api terpantau jelas tanpa terlihat asap dari kawah. Cuaca dalam kondisi cerah dengan angin tenang bertiup ke barat. Suhu udara berkisar antara 16,1-17,8°C, kelembapan 76-79%, dan tekanan udara 875,2-918,1 mmHg. Guguran material terjadi, tetapi jarak serta arahnya tidak teramati secara visual.
Kegempaan: Terekam 15 kali gempa Guguran dan 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak.
Rekomendasi: Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya (Sungai Boyong hingga 5 km; Sungai Bedog, Krasak, Bebeng hingga 7 km), serta sektor tenggara (Sungai Woro hingga 3 km dan Sungai Gendol 5 km). Lontaran material eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Warga diminta mengosongkan area potensi bahaya, mengantisipasi paparan abu vulkanik, serta mewaspadai bahaya lahar saat hujan turun. Aktivitas penambangan di alur sungai KRB III disarankan untuk dihentikan, begitu pula aktivitas wisata di bukaan kawah dan daerah bahaya sejauh 5 km dari puncak. Status aktivitas akan dievaluasi ulang apabila terjadi perubahan signifikan.
4. Gunung Semeru
Visual: Gunung api terlihat jelas hingga sesekali tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berada dalam kondisi cerah hingga mendung, diiringi angin lemah ke barat daya. Suhu udara berkisar 17-19°C. Gempa letusan terekam, tetapi secara visual tinggi serta warna abunya tak teramati. Terpantau guguran material mengarah ke tenggara sejauh 500-800 meter dari puncak.
Kegempaan: Terjadi 26 kali gempa Letusan/Erupsi, 7 kali gempa Guguran, 5 kali gempa Hembusan, 15 kali gempa Harmonik, serta 3 kali gempa Tektonik Jauh.
Rekomendasi: Dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam rentang 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berisiko terjangkau perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km. Hindari aktivitas dalam radius 5 km dari kawah karena rawan lontaran batu pijar.
Waspadai pula potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru (terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat) serta anak sungai Besuk Kobokan.
5. Gunung Sinabung
Visual: Fisik gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih berintensitas sedang hingga tebal dengan ketinggian 300-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang bergerak ke timur dan barat. Suhu udara tercatat sekitar 15-18°C.
Kegempaan: Terekam 1 kali gempa Tektonik Jauh.
Rekomendasi: Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, area radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, serta 4 km untuk sektor timur-utara dan barat.
Jika terjadi hujan abu, warga diimbau mengenakan masker saat berada di luar rumah, mengamankan sarana air bersih, serta membersihkan atap dari endapan abu lebat agar tidak roboh. Warga yang bermukim di dekat aliran sungai berhulu Gunung Sinabung diminta tetap mewaspadai ancaman lahar.