Harga Gas Kompetitif Kunci Daya Saing Industri Nasional

Harga Gas Kompetitif Kunci Daya Saing Industri Nasional
Petugas PGN memantau kondisi jaringan pipa gas [FOTO: NET].

JAKARTA - Harga gas bumi yang kompetitif dinilai menjadi salah satu faktor krusial guna menjaga keberlanjutan serta mendongkrak daya saing industri nasional.

Mantan Kepala Divisi Monetisasi Gas SKK Migas Sampe Purba menyampaikan, gas bumi tidak semata-mata dapat dipandang sebagai komoditas energi untuk diperjualbelikan serta dibakar. 

Gas juga sanggup berfungsi sebagai bahan baku beragam industri sekaligus penggerak roda perekonomian nasional.

"Gas itu unik. Gas bukan sekadar komoditas untuk dijual, melainkan juga bahan baku ekonomi," ujar Sampe dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Menurut pandangannya, kemanfaatan gas mampu menjangkau berbagai sektor bilamana tersedia dalam volume yang memadai serta ditawarkan dengan harga yang kompetitif.

Gas menjadi komponen vital dalam beragam aktivitas manufaktur, mulai dari industri pupuk, petrokimia, keramik, kaca, baja, pengolahan makanan, tekstil, pulp dan kertas, hingga pembangkit listrik mandiri (captive power). 

Oleh sebab itu, ketersediaan gas dengan harga yang terjangkau dinilai amat vital untuk memelihara keberlanjutan dan memperkokoh daya saing industri nasional.

"Gas tidak boleh hanya dilihat sebagai bahan bakar turbin atau boiler. Gas juga dapat berfungsi sebagai bahan baku (feedstock) yang mengolah bahan mentah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi," ucapnya.

Ia mengutarakan, makin banyak gas yang diberdayakan sebagai bahan baku industri, makin terbuka lebar peluang Indonesia guna menghasilkan produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri.

Di samping itu, gas turut berperan dalam memperluas jangkauan akses energi bagi masyarakat. Pada sektor rumah tangga, gas dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak via jaringan gas kota (jargas). 

Gas juga dapat digunakan sebagai bahan bakar moda transportasi lewat pemanfaatan gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) pada kendaraan komersial.

Walau begitu, Sampe mengingatkan bahwa gas bukanlah solusi tanpa batas. Formulasi kebijakan gas nasional tetap wajib memperhitungkan keekonomian proyek, penetapan harga, kesiapan infrastruktur, hingga agenda transisi energi.

Menurutnya, terdapat tiga kondisi yang wajib dipenuhi secara simultan supaya masyarakat dapat mengecap manfaat gas secara optimal, yakni volume yang memadai, ketersediaan infrastruktur yang tepat, serta harga yang kompetitif.

"Manfaat bagi masyarakat akan terwujud apabila gas tersedia di bawah tiga kondisi: volume yang memadai, ketersediaan infrastruktur yang tepat, dan harga yang kompetitif. Jika salah satu saja tidak terpenuhi, manfaat gas tidak akan optimal," kata Sampe.

Ia menilai, pengembangan sumber daya gas di Indonesia memerlukan formulasi konsep pengembangan terbaik yang sanggup menjawab kebutuhan daerah sekaligus menyeimbangkan kelayakan teknis, kebijakan, keekonomian proyek, tanggung jawab lingkungan, kesiapan infrastruktur, serta manfaat sosial-ekonomi.

South Andaman

Dalam konteks tersebut, pengerjaan proyek gas South Andaman oleh Mubadala Energy dinilai mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi Aceh maupun Indonesia. 

Cakupan manfaat tersebut meliputi dukungan terhadap ketahanan energi, pertumbuhan industri, pembukaan lapangan kerja, keterlibatan pelaku usaha lokal, peningkatan kapasitas serta keterampilan tenaga kerja, kesejahteraan masyarakat, hingga penerimaan negara.

Menurut Sampe, proyek gas strategis tidak selayaknya sekadar diukur dari volume produksinya semata, melainkan juga dari nilai yang dihasilkan bagi masyarakat serta perekonomian secara luas.

"Realisasi seluruh manfaat tersebut menuntut kepastian regulasi, iklim investasi yang stabil, serta kolaborasi dan keselarasan yang kuat antara pemerintah, masyarakat, pelaku industri, dan para mitra proyek," kata dia.

Dengan terpenuhinya jajaran faktor tersebut, South Andaman pun diharapkan sanggup memperkuat ketahanan energi Indonesia sekaligus memacu kesejahteraan Aceh dan pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index