Profil Joheirry Mola, Miss World 2026 yang Berprofesi Jurnalis

Profil Joheirry Mola, Miss World 2026 yang Berprofesi Jurnalis
Joheirry Mola asal Republik Dominika [FOTO: NET].

JAKARTA - Mahkota ajang kecantikan bergengsi Miss World 2026 akhirnya menemukan pemilik barunya.

Dalam perhelatan malam puncak edisi ke-75 yang berlangsung di Nha Trang, Vietnam, Sabtu (5/9/2026), utusan dari Republik Dominika, Joheirry Mola, resmi menyandang gelar Miss World tahun ini.

Capaian manis perempuan multitalenta berusia 24 tahun tersebut berhasil meneruskan estafet kepemimpinan dari pemenang tahun sebelumnya, Opal Suchata Chuangsri asal Thailand, setelah menyisihkan ratusan kontestan lain dari berbagai belahan dunia.

Dikutip dari bermacam sumber, Selasa (8/9/2026), organisasi Miss World membeberkan bahwa sang ratu kecantikan baru memegang teguh sebuah prisip hidup dalam menjalankan bermacam aktivitas sosialnya di tengah masyarakat.

"Hadiah terbaik yang bisa kamu berikan adalah kesempatan yang dulu sangat kamu butuhkan untuk tumbuh, melangkah maju, dan mengubah hidupmu," ungkap Mola.

Lantas, siapakah figur perempuan yang sanggup mencuri perhatian para dewan juri di Vietnam tersebut?

Rekam Jejak dan Dedikasi Miss World 2026

Mola bukan sekadar berparas menawan yang berlenggak-lenggok di atas panggung.

Ia merupakan lulusan program studi Business Management and Administration dari Universidad Iberoamericana yang juga berkiprah sebagai pendidik dan model profesional.

Di luar panggung kontes kecantikan, perempuan asal Santo Domingo ini membangun karier yang sangat beragam dan gemilang. Ia aktif bertugas sebagai pengajar mata pelajaran Sastra dan Ilmu Sosial dalam bahasa Inggris.

Tak berhenti di situ, Mola turut melebarkan sayapnya di ranah jurnalistik dengan mengemban peran sebagai koresponden program Ventana a Quisqueya di stasiun televisi Univision New York.

Lewat siaran televisi, ia secara berkala menyoroti kebudayaan lokal negaranya, menguraikan isu-isu sosial yang tengah mengemuka, sampai membagikan kisah-kisah inspiratif dari komunitas setempat. Ia pun tercatat sebagai duta organisasi Goya Gives.

Menggagas Inisiatif Sosial bagi Anak-Anak

Langkah cemerlangnya menuju tangga juara tak cuma disokong balutan gaun anggun, mahkota berkilau, atau kepiawaian menguasai panggung semata.

Kemenangan Mola berakar kuat pada filosofi utama ajang tersebut, yakni program "Beauty With a Purpose". Dalam hal ini, sang pemenang menunjukkan dedikasi penuh pada dunia pendidikan bahasa Inggris untuk anak-anak di beragam komunitas rentan.

Ia menjabat sebagai presiden sekaligus pendiri Voices of Tomorrow, sebuah aksi sosial yang berfokus memperluas akses pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak dan generasi muda.

Di mata Mola, kemahiran berbahasa Inggris sanggup membuka lebih banyak peluang, baik di ranah akademik maupun karier profesional, yang bakal berguna sepanjang hayat mereka.

Ia turut memanfaatkan dunia pendidikan guna mengasah daya pikir kritis serta pengembangan pribadi secara menyeluruh bagi anak didiknya.

"Proyek ini didasarkan pada keyakinan bahwa anak-anak kami berhak mendapatkan jauh lebih banyak daripada sekadar hal-hal dasar," ucap Mola.

"Merek berhak mendapatkan kesempatan yang membangun inklusi, kepercayaan diri, dan fondasi yang kuat untuk masa depan," tambah dia.

Mengakhiri Penantian Panjang Republik Dominika

Kemenangan manis di panggung kontes kecantikan dunia ini menjadi momen bersejarah bagi rakyat Republik Dominika.

Sebab, ini merupakan kali kedua negara tersebut sukses memboyong mahkota Miss World sepanjang sejarah kompetisi digelar.

Gelar juara pertama kali mereka raih lebih dari empat dekade silam, tepatnya pada 1982 lewat Mariasela Álvarez yang mencetak rekor sebagai perempuan Dominika pertama peraih mahkota Miss World.

Kini, usai menanti selama 44 tahun lamanya, mahkota juara itu akhirnya kembali berlabuh ke negara tersebut.

Perjuangan menuju tahta tertinggi tentu tidak dilalui dengan mudah. Pada edisi ke-75 yang istimewa ini, Mola mesti bersaing ketat melawan 110 kontestan lainnya.

Ia berhasil membuktikan kapasitas dirinya sejak awal, termasuk saat menyabet gelar Top Model untuk area Amerika dan Karibia, yang langsung mengamankan tempatnya di daftar 40 besar.

Ia terus melaju melintasi berbagai tahap seleksi, mulai dari jajaran 20 besar, 12 besar, 6 besar, hingga akhirnya resmi dimahkotai sebagai ratu yang baru.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index