Kemenhaj Pastikan Tangani Jemaah Umrah Terpaksa Tertahan Dampak Erupsi

Kemenhaj Pastikan Tangani Jemaah Umrah Terpaksa Tertahan Dampak Erupsi
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memberikan jaminan bahwa pihak mereka menangani penanganan jemaah umrah yang terganggu jadwal keberangkatan maupun kepulangannya akibat dampak paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo menyampaikan, Kemenhaj terus memantau situasi serta menjalin koordinasi intensif bersama pihak pengelola bandara, maskapai penerbangan, hingga Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

"Akibat paparan abu vulkanik, sebagian besar jadwal penerbangan dengan maskapai utama seperti Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air, tercatat dalam status tertahan atau hold," kata Puji dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menyikapi keadaan tersebut, Puji menegaskan Kemenhaj sudah menginstruksikan seluruh PPIU dan asosiasi travel untuk menyampaikan informasi secara transparan dan jelas kepada jemaah beserta sanak saudara masing-masing.

"Kami mengimbau pihak PPIU untuk memfasilitasi kebutuhan akomodasi dan konsumsi bagi jemaah yang tertahan di bandara, serta menahan keberangkatan jemaah dari daerah asal menuju bandara hingga otoritas resmi mengumumkan pembukaan kembali ruang udara," tegas Puji.

Sebaran abu vulkanik di kawasan Selat Sunda dan Banten mengharuskan otoritas navigasi udara mengedepankan aspek keselamatan penerbangan bagi para calon penumpang. 

Oleh sebab itu, pergeseran jadwal serta penghentian sementara operasional tidak dapat dihindarkan.

Tercatat ada minimal 55 agenda penerbangan internasional dan umrah yang melayani sekitar 13.549 pergerakan penumpang pada Senin (7/9/2026). 

Dari angka tersebut, sebanyak 3.450 orang merupakan jemaah umrah. Mobilitas tersebut terbagi dalam 28 penerbangan keberangkatan yang mengangkut 1.859 jemaah umrah dan 27 penerbangan kedatangan yang membawa 1.591 jemaah umrah.

Puji menguraikan, peningkatan gangguan vulkanik ini memperparah penurunan operasional harian yang mulanya tepercik sejak Minggu (6/9/2026). 

Pada hari itu, realisasi penerbangan umrah tercatat cuma dapat memberangkatkan 2 penerbangan keberangkatan tanpa ada jadwal kedatangan, dengan total 749 penumpang yang di dalamnya mencakup 449 jemaah umrah.

Puji memaparkan, secara keseluruhan sejak 1 Juli sampai 6 September 2026, aktivitas ibadah umrah lewat skema operasional Terminal 2F dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan angka pergerakan yang sangat tinggi.

Sepanjang rentang waktu tersebut, telah terlayani hingga 1.538 penerbangan umrah yang meliputi 758 jadwal keberangkatan dan 780 kedatangan dengan total pergerakan 486.629 penumpang. 

Dari jumlah tersebut, jemaah umrah menyumbang 180.726 orang atau sekitar 37,14 persen dari total keseluruhan arus penumpang internasional.

Sementara itu, penerbangan Saudia bernomor penerbangan SV817, SV826, dan SV821 mencatatkan diri sebagai tiga rute paling dominan dalam melayani jemaah selama periode berjalan.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index