JAKARTA - Pemerintah menyuntikkan tambahan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium guna meredam lonjakan harga beras di tengah berlangsungnya musim kemarau panjang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan, penggelontoran tambahan ini diputuskan lantaran stok beras SPHP medium yang dialokasikan sebelumnya kian menipis. Dari kuota awal sebesar 828.000 ton beras SPHP medium, saat ini tersisa kurang lebih 80.000 ton.
"Itu yang kami dulu putuskan 828.000 sudah tinggal 80.000 lagi, medium, SPHP itu. Kami tambah lagi 1 juta (ton) SPHP medium. Jadi beras yang disubsidi yang dijual di pasar kira-kira harganya Rp 12.000, Rp 12.500 paling mahal," ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Senin (7/9/2026).
Ia menjelaskan, alokasi ekstra 1 juta ton beras SPHP medium tersebut disepakati dalam rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian dan pihak Perum Bulog.
Menurut Zulhas, penebalan stok ini merupakan langkah taktis pemerintah dalam mengarungi periode paceklik akibat iklim kemarau yang jauh lebih kering pada tahun ini.
Ia memperbandingkan situasi sekarang dengan kondisi tahun lalu yang diwarnai kemarau basah, di mana hujan masih kerap turun hingga Desember sehingga aktivitas pertanaman padi tetap dapat berjalan.
"Kami gerak cepat untuk mengatasi sekarang ini kami masuk ke musim kemarau yang kering, jadi istilahnya itu paceklik. Kalau tahun lalu kami kemarau basah," ucap dia.
Kondisi kontras terjadi pada tahun ini. Cuaca yang sangat kering mengakibatkan volume produksi padi petani menurun, sehingga ketersediaan pasokan beras di pasar pun menyusut.
Zulhas mengungkapkan, berkurangnya pasokan mulai memicu kenaikan harga beras di pasaran dengan kisaran Rp 100 hingga Rp 200.
"Jadi enggak ada produksi. Oleh karena supply and demand, ya, tidak ada produksi pasti harganya naik. Ada naik Rp100, ada yang Rp 200," ungkapnya.
Guna mengantisipasi dinamika tersebut, kuota tambahan 1 juta ton beras SPHP bakal didistribusikan secara bertahap pada Oktober, November, dan Desember 2026. Penambahan suplai beras bersubsidi ini diharapkan mampu menarik turun kembali harga pasar yang merangkak naik.
"Kami tambah 1 juta lagi agar harga yang berada di pasar yang cenderung naik Rp 100-200 itu bisa kami turunkan kembali. Ada 1 juta SPHP medium tambahan untuk Oktober, November, Desember, karena ini nggak ada panen, karena musim kemarau panjang," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menerangkan bahwa pasokan 1 juta ton beras SPHP tambahan tersebut akan disalurkan mengoptimalkan seluruh jalur distribusi resmi.
Penyaluran bakal menjangkau lini ritel, Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Semua, ke semua, pokoknya 10 saluran sampai ke KDKMP masuk itu semua," kata Rizal dalam kesempatan yang sama.