JAKARTA - Bandara Husein Sastranegara, Bandung, mematok target untuk melayani berkisar 430.000 penumpang sepanjang tahun 2026. Sasaran tersebut mencakup arus penumpang penerbangan domestik maupun internasional.
Pihak pengelola bandara menyiapkan bermacam fasilitas, sumber daya manusia, beserta aspek keselamatan dan keamanan demi menopang operasional.
“Diharapkan proyeksi kami untuk penerbangan domestik maupun internasional, kami bisa melayani sekitar 430.000 penumpang,” kata General Manager Bandara Husein Sastranegara Granito W. Hindrawan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jumat (4/9/2026).
Granito menggarisbawahi bahwa Bandara Husein Sastranegara tidak pernah berhenti beroperasi. Selama ini, bandara tetap melayani penerbangan, namun dalam frekuensi yang terbatas.
“Bandara Husein ini tidak pernah stop sebetulnya. Jadi istilahnya yang digunakan adalah optimalisasi, bukan reaktivasi,” kata dia.
Pihak pengelola bandara berharap penetapan Husein Sastranegara sebagai bandara internasional dapat segera diterbitkan. Penetapan tersebut diperlukan supaya rute internasional yang tengah dijajaki sanggup terealisasi.
“Berarti tinggal menunggu bandara ini ditetapkan sebagai bandara internasional. Insyaallah kami bisa segera melayani,” jelasnya.
Sederet maskapai pun telah menjalin komunikasi dengan pengelola bandara. Maskapai tersebut di antaranya Scoot dari Singapura serta AirAsia Malaysia. Maskapai Scoot bahkan sudah mendatangi Bandara Husein Sastranegara untuk meninjau kesiapan fasilitas.
“Saat ini yang sudah intens berkomunikasi dengan kami itu ada Scoot, kemudian dengan AirAsia, kemudian dengan TransNusa,” kata dia.
Rute Domestik
Untuk penerbangan domestik, rute Bandung-Denpasar menjadi salah satu kontributor trafik paling tinggi. Tingkat keterisian (load factor) penerbangan menuju Denpasar menembus angka 97 hingga 98 persen. Penerbangan pada trayek tersebut pun kerap terisi penuh.
“Kalau saat ini rute yang paling tinggi itu rute ke Denpasar. Denpasar itu load factornya bisa sampai 97-98 persen. Sering sekali 100 persen,” jelasnya.
Sementara itu, sederet rute internasional juga tengah dipersiapkan. Trayek yang sudah dijajaki mencakup Singapura, Kuala Lumpur, hingga Johor Bahru.
Dari aspek fasilitas, Bandara Husein dibekali terminal seluas berkisar 17.000 meter persegi. Area sekitar 12.000 meter persegi dipakai untuk pelayanan domestik, sementara 5.000 meter persegi disiapkan bagi pelayanan internasional.
Bandara Husein ditunjang runway sepanjang kurang lebih 2.220 meter dengan lebar 45 meter. Tipe pesawat terbesar yang sanggup dilayani yakni Boeing 737-800. Adapun apron bandara mengantongi daya tampung delapan pesawat, dengan rincian enam pesawat reguler serta dua pesawat irregular.
Pengelola bandara menghadapi kendala keterbatasan lahan lantaran posisi Husein Sastranegara berada di tengah wilayah perkotaan. Oleh sebab itu, tidak ada agenda pembangunan terminal baru maupun perpanjangan runway. Optimalisasi ditempuh via peremajaan dan pembenahan sarana yang sudah tersedia.
“Kami memiliki keterbatasan lahan. Runway kami 2.220 dan tidak mungkin lagi dilakukan perpanjangan lagi. Jadi memang kapasitas ini rasanya memang kapasitas maksimum yang sudah bisa kami untuk melayani penerbangan,” tegas dia.
Sisi keselamatan penerbangan turut diperkuat. Kategori Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) ditingkatkan dari kategori 5 menjadi kategori 7. Langkah peningkatan tersebut disertai penambahan sarana dan personel demi memenuhi standar pelayanan keselamatan penerbangan.