JAKARTA - Aktris, penyanyi, sekaligus Founder Maudy Ayunda Foundation, Maudy Ayunda membagikan pengalamannya memperoleh akses pendidikan serta dukungan dari banyak pihak. Hal itu menjadi titik awalnya guna membuka peluang serupa bagi generasi muda lainnya. gagasan tersebut mulai tumbuh pada 2018.
Saat itu, Maudy baru saja menuntaskan pendidikan sarjana dan sedang berada dalam fase kehidupan yang membuatnya banyak merenungkan perjalanan pendidikan serta karier yang telah dilewati.
Di tengah rasa syukur atas berbagai peluang yang diperolehnya, Maudy menyadari bahwa pencapaiannya tidak lepas dari peran orang-orang yang hadir dalam perjalanan hidupnya.
“Di tahun 2018 itu aku baru lulus S1, terus aku lagi dalam momen yang merasa sangat beruntung dan bersyukur sekali mendapatkan akses dan kesempatan dari bidang pendidikan ataupun karier aku pada saat itu,” ujar Maudy dalam Press Conference Maudy Ayunda Foundation, Selasa (1/9/2026).
Berawal dari pengalaman pribadi
Pemeran film ‘Refrain’ tersebut mengungkapkan, perjalanan pendidikan dan karier bukan sekadar soal usaha pribadi. Ada sejumlah sosok yang turut mengulurkan dukungan, kepercayaan, serta kesempatan sehingga dirinya sanggup berkembang dan melangkah lebih jauh.
Pengalaman itu lantas membuat Maudy melihat pentingnya kehadiran lingkungan yang dapat mengenali sekaligus memercayai potensi seseorang, terutama saat orang tersebut belum sepenuhnya yakin terhadap dirinya sendiri.
“Aku sadar betul bahwa the power of community, the power of being seen by people who truly believe in your potential, itu bisa sangat-sangat luar biasa,” ujar Maudy.
Menurutnya, dukungan seperti itu terasa kian bermakna, karena dirinya pun pernah berada dalam fase penuh keraguan. Di balik sosoknya yang dikenal publik, Maudy mengaku pernah memiliki kepribadian yang pemalu serta merasa kurang percaya diri.
“Apalagi aku yang sebenarnya personality-nya itu cukup pemalu, sangat insecure dan sangat penuh pertanyaan di dalam diri. Di situ aku percaya bahwa kesempatan tersebut membuka pintu kesempatan lainnya bagi anak muda,” tuturnya.
Ingin membuka kesempatan untuk anak muda
Perenungan terhadap perjalanan tersebut kemudian membawa Maudy pada pemikiran bahwa kesempatan dapat menjadi titik perubahan dalam kehidupan seseorang.
Menurut dia, ketika seseorang memperoleh peluang yang tepat pada waktu yang tepat, kesempatan tersebut bisa berkembang menjadi perubahan yang lebih besar.
“Jadi ini semua tentang memberikan orang yang tepat dan kesempatan di waktu yang tepat, sehingga mereka bisa memberikan perubahan untuk hidupnya dan lingkungan sekitar,” kata Maudy.
Gagasan itu pula yang lantas menjadi salah satu fondasi Maudy Ayunda Foundation. Maudy ingin pengalaman berupa akses, dukungan, dan kepercayaan yang pernah diterimanya bisa diteruskan kepada anak muda lainnya.
“Aku juga merasa bahwa aku punya privileges atau keberuntungan pada saat itu, sehingga aku mau membayarnya dan membuka kesempatan juga untuk orang lain,” ujarnya.
Alih-alih memandang keberuntungan yang didapatnya sebagai hal yang berhenti pada pencapaian personal, Maudy memilih menjadikannya sebagai dorongan untuk menciptakan ruang bagi orang lain agar sanggup berkembang.
Lahirkan program mentorship dan beasiswa
Berangkat dari inisiatif tersebut, Maudy lalu menggagas program yang memberikan dukungan lebih luas kepada generasi muda melalui jalur pendidikan. Program itu diwujudkan dalam bentuk mentorship dan beasiswa.
“Dari situ muncullah ide untuk membuat program mentorship dan schoolarship yang aku harap bisa memberi dampak untuk Indonesia juga ke depannya, karena generasi muda Indonesia adalah kunci dan juga aset untuk negara,” ujar Maudy.
Bagi Maudy, generasi muda memegang posisi penting dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Oleh sebab itu, membuka akses terhadap kesempatan belajar dan berkembang menjadi bagian dari upaya untuk mempersiapkan mereka menghadapi perjalanan berikutnya.
Gagasan yang berawal dari pengalaman personal tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari perjalanan Maudy Ayunda Foundation dalam memberikan kesempatan kepada generasi muda Indonesia.
Bagi perempuan 31 tahun itu, pendidikan bukan sekadar perkara memperoleh pengetahuan di ruang kelas. Di dalamnya terdapat kesempatan untuk mengenali potensi, memperoleh kepercayaan, membangun keberanian, serta menemukan lingkungan yang sanggup membantu seseorang tumbuh.
Pengalaman itulah yang ingin diteruskannya lewat Maudy Ayunda Foundation. Kesempatan yang dahulu membantunya membuka pintu dalam pendidikan dan karier, kini menjadi alasan bagi Maudy untuk ikut membukakan pintu bagi generasi muda lainnya.