JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal melangsungkan tender proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) begitu regulasi terbaru yang mengatur hal tersebut rampung diterbitkan.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan, draf Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi payung hukum program PLTS 100 GWp kini sedang dimatangkan.
"Itu [tender proyek PLTS] menunggu arahan Pak Menteri [Menteri ESDM Bahlil Lahadalia] karena kami sedang menyiapkan Perpres. Itu nanti di Perpres," jelas Eniya dalam IndoEBTKE ConEx 2026 di Jakarta, dikutip Kamis (3/9/2026).
Eniya membeberkan, rancangan Perpres PLTS 100 GWp sebenarnya telah memasuki draf akhir, namun masih memerlukan proses harmonisasi bersama instansi terkait lainnya.
Menurut penjelasannya, salah satu poin utama yang dirumuskan di dalam Perpres tersebut mencakup ketentuan tata kelola tiga jenis PLTS, yakni ground mounted, PLTS atap, serta PLTS apung.
Eniya belum membeberkan jadwal pasti pengesahan aturan tersebut ke publik. Kendati demikian, ia memastikan penyusunan regulasi digodok dengan memperhatikan masukan dari para pelaku industri.
"Drafnya sudah final tapi kan belum harmonisasi. Nanti saya harus lapor ke Pak Menteri [Menteri ESDM Bahlil Lahadalia] dulu, beliau kan sedang mendampingi Presiden [Prabowo Subianto] ke Rusia. Setelah itu, terus masuk ke harmonisasi kemudian langsung mungkin ke Setneg dan seterusnya. Namun, intinya [berlaku] secepatnya," jelas Eniya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan peluncuran 14 proyek yang masuk dalam bagian program PLTS 100 GWp pada pekan lalu.
Dari total kapasitas 5,3 GW yang diumumkan tersebut, sekitar 4,5 GWp proyek sudah siap memasuki tahap tender. Sementara itu, 396 megawatt peak (MWp) berstatus groundbreaking, 271 MWp masuk fase konstruksi, dan 1 MWp secara resmi diresmikan.
Nilai investasi yang dialokasikan untuk ke-14 proyek tersebut diperkirakan menyentuh angka Rp135 triliun.
Beberapa proyek PLTS yang siap memasuki tahapan tender mencakup PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Madura 605 MWp, PLTS Jatigede 636 MWp, PLTS Cirata 1.250 MWp, PLTS Jatiluhur 1.688 MWp, PLTS Lahan Bank Tanah 69 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, PLTS Renggit 0,078 MWp, serta PLTS Tembesi 46 MWp.
Di sisi lain, PLTS Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp telah siap memasuki tahapan groundbreaking. PLTS Banyuwangi berkapasitas 130,2 MWp serta PLTS Pasuruan 132 MWp juga menyusul pada tahapan groundbreaking. Sementara itu, PLTS Saguling sebesar 92 MWp dan PLTS Karangkates 133 MWp telah berjalan dalam tahap konstruksi.