Mentan: Metode Pertanian Modern Naikkan Pendapatan Petani

Mentan: Metode Pertanian Modern Naikkan Pendapatan Petani
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengemukakan bahwa penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) mampu mendongkrak perekonomian para petani lantaran mampu menambah penghasilan hingga dua kali lipat.

"Kami hitung secara ekonomi. Itu penghasilannya bisa ada tambahan 5 ton, kalau dirupiahkan bisa bertambah Rp35-Rp40 juta," kata Amran saat meninjau agenda panen metode PM-AAS di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (2/9/2026).

Amran memaparkan bahwa pada penerapan metode konvensional, hasil produksi padi per hektare berkisar di angka 5,5-6 ton. 

Namun, dengan memanfaatkan metode PM-AAS, angka produksi itu melonjak hingga menyentuh 11-12 ton.

Menurut dirinya, lonjakan tersebut secara perhitungan ekonomi bakal mendongkrak pendapatan petani yang mulanya Rp35-Rp40 juta per hektare menjadi Rp70-80 juta per hektare.

Adapun terkait alokasi biaya tambahan yang diperlukan oleh petani per hektarenya, kata Amran, berada di kisaran Rp2 juta. 

Sehingga, akumulasi biaya operasional keseluruhan yang awalnya Rp15-Rp20 juta per hektare bertambah menjadi Rp17-Rp22 juta per hektare.

"Tambahan biayanya hanya Rp2 juta. Katakanlah produksi 10 ton kalau di kali Rp6.500 per kilogram berarti Rp65 juta, dikurangi biaya Rp15-Rp20 juta maka ada keuntungan Rp45 juta," ujarnya.

Amran mengimbuhi bahwa seiring melesatnya tingkat pendapatan tersebut, para petani dalam kurun satu bulan diperkirakan sanggup mengantongi hingga Rp11 juta.

"Sampai bahkan ada Rp16 juta. Itu mendekati gaji menteri. Kami arahkan ke sana," katanya menambahkan.

Oleh sebab itu, Amran mengimbau seluruh petani untuk mulai menerapkan metode PM-AAS guna memacu kapasitas produksi, di mana jumlah tanaman yang mulanya cuma 360 ribu rumpun ditingkatkan hingga menembus 800 ribu sampai satu juta rumpun.

"Bagaimana tingkatkan produktivitas? Terkadang orang salah paham. Kadang belum paham. Ini produktivitas naik karena populasinya bertambah. Kemudian prinsipnya adalah berkesinambungan. Yang dahulu ada jarak 25 cm, 20 cm. Sehingga populasinya 360 ribu. Sekarang karena ini rapat, populasinya naik 800 ribu sampai 1 juta. Itulah menaikkan 2 kali lipat," katanya menambahkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index