JAKARTA - TNI AL menggagalkan upaya para pekerja migran ilegal asal Malaysia dan Bangladesh yang hendak menyusup masuk ke wilayah Indonesia via pesisir pantai Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, pada Senin (31/8/2026).
Melalui siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, dipaparkan bahwa aksi penggagalan tersebut dieksekusi oleh Tim gabungan TNI AL yang mencakup Quick Response Lanal Dumai, Tim B Intelmar Kodaeral I, serta Satgas Ops Intelmar Koarmada I.
"Upaya ini dilakukan dalam rangka menjaga keamanan wilayah perairan perbatasan serta melindungi warga negara dari tindak pidana perdagangan orang," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta.
Tunggul merincikan bahwa peristiwa itu berawal dari laporan informasi intelijen yang menyebutkan keberadaan pergerakan satu unit kapal speedboat mencurigakan dari arah utara Selat Malaka menuju perairan Dumai.
Berbekal informasi tersebut, para personel segera bertindak memeriksa kawasan perairan pada Senin sekitar pukul 06.00 WIB.
Usai melangsungkan pemantauan, tim petugas akhirnya menemukan speedboat dimaksud berikut para penumpangnya yang tengah berada di area pesisir pantai.
"Saat hendak ditangkap, para pelaku berusaha melarikan diri dengan melompat ke pinggir pantai. Setelah penyisiran ketat di sepanjang kawasan pesisir hingga pemukiman warga sekitar, petugas berhasil mengamankan total 16 orang beserta barang bukti penunjang," jelas Tunggul.
Tunggul membeberkan bahwa 16 orang pekerja migran tersebut terdiri atas delapan warga negara Malaysia dan sisanya merupakan warga negara Bangladesh.
"Ke-16 orang beserta barang bukti tersebut langsung dibawa ke markas lanal untuk seterusnya diserahkan ke pihak berwajib untuk menjalani proses hukum yang berlaku," ujarnya.
Tunggul kembali menggarisbawahi bahwa tindakan penindakan ini mempertegas komitmen TNI AL dalam membendung praktik perdagangan orang maupun penyelundupan pekerja asing.
Ia memastikan jajaran personel TNI AL bakal terus mengintensifkan patroli guna menjamin praktik semacam ini tidak terulang kembali di masa mendatang.