JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempercepat penyediaan pasokan listrik demi mendukung Program Digitalisasi Pembelajaran, termasuk bagi satuan pendidikan di daerah 3T.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa dukungan kelistrikan menjadi elemen yang tidak terpisahkan dari keberhasilan program digitalisasi pembelajaran.
Menurutnya, sarana digital harus ditopang daya listrik yang memadai dan stabil agar dapat benar-benar memberikan manfaat nyata di dalam kelas.
“Pak Menteri Abdul Mu’ti terus mengingatkan agar digitalisasi pembelajaran tidak berhenti pada distribusi perangkat, tetapi benar-benar memperluas akses dan meningkatkan mutu pembelajaran. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh ekosistem pendukungnya siap. Jangan sampai Papan Interaktif Digital sudah sampai di sekolah, tetapi belum dapat dimanfaatkan karena listrik belum tersedia atau dayanya tidak mencukupi. Di sinilah sinergi Kemendikdasmen, Kementerian ESDM, dan PLN menjadi sangat penting,” ujar Fajar.
Sepanjang tahun 2026, pihak Kemendikdasmen mencatat kebutuhan Papan Interaktif Digital (PID) menembus sekitar 713 ribu unit dengan konsumsi daya 2.200 hingga 3.500 VA.
Berdasarkan hasil verifikasi Kemendikdasmen, terdata 227.365 satuan pendidikan memerlukan dukungan daya listrik, yang mencakup 26.162 sambungan baru dan 201.203 penambahan kapasitas daya.
Fajar menyebutkan bahwa perhatian khusus turut diarahkan pada 9.544 sekolah yang belum dapat terjangkau oleh jaringan PLN eksisting.
Bagi sekolah-sekolah tersebut, Kemendikdasmen bersama pemangku kepentingan terkait mengkaji opsi alternatif penyediaan daya listrik yang disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah, seperti pembangkit tenaga surya berbasis baterai maupun sistem off-grid.
Oleh sebab itu, Fajar yakin kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat pencapaian target pemerintah, sekaligus memastikan PHTC Presiden Prabowo kian menjangkau wilayah yang selama ini terkendala keterbatasan sarana dasar.
“Kami mengapresiasi dukungan Pak Wamen Yuliot, Kementerian ESDM, dan PLN. Kami optimistis, dengan sinergi yang baik, target ini dapat kami capai lebih cepat. PHTC Presiden Prabowo akan semakin menjangkau pelosok negeri sehingga anak-anak di daerah 3T memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati transformasi pembelajaran,” kata Fajar.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menerangkan bahwa kebutuhan listrik untuk program digitalisasi pembelajaran dapat diselaraskan dengan Program Listrik Desa (Lisdes) dari Kementerian ESDM.
Menurut Yuliot, integrasi antar-kementerian ini dapat mengakselerasi pelaksanaan lapangan sekaligus menekan alokasi biaya, lantaran program yang ada bisa dioptimalkan secara bersama-sama.
“Kami menyinergikan Program Listrik Desa dengan kebutuhan digitalisasi pembelajaran. Sampai 2029 kami menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik. Tentu ada sarana-sarana pendidikan yang perlu mendapat percepatan penyambungan listrik. Dengan sinergi antarkementerian dan lembaga, percepatan yang dibutuhkan Kemendikdasmen dapat kami dukung,” ujar Yuliot.