Erick Thohir Puji Peningkatan Kualitas Wasit di Super League

Erick Thohir Puji Peningkatan Kualitas Wasit di Super League
acara konferensi pers Super League 2026-2027 [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan pidato sambutan dalam agenda konferensi pers Super League 2026-2027 di Studio Lantai 8, SCTV Tower. Dalam momen itu, Erick Thohir menyambut hangat seluruh pihak yang hendak bersama-sama menyemarakkan Super League 2026-2027.

Turut hadir Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama I.League Ferry Paulus, Direktur Emtek Media Harsiwi Achmad, Sekjen PSSI Yunus Nusi, serta jajaran pelatih klub Super League.

Erick Thohir menyoroti sejumlah aspek dalam Super League yang mengalami kemajuan, salah satunya dari segi kualitas kepemimpinan wasit. Dalam peryataannya, ia menegaskan bahwa performa wasit bakal terus diupayakan meningkat demi menjaga kualitas kompetisi liga.

"Liganya harus bersih dengan terus meningkatkan yang namanya kualitas wasit," kata Erick Thohir dalam konferensi pers Super League 2026-2027, Selasa (1/9/2026).

Peningkatan Akurasi Wasit

Erick Thohir memaparkan bahwa tingkat akurasi wasit mengalami kenaikan saat ini. Berdasarkan catatan yang dipaparkannya, vonis wasit yang didukung ketersediaan VAR membuat presisi keputusan makin tinggi hingga menembus angka 90 persen.

"Dari catatan saya kualitas wasit luar biasa. Dulunya itu 89,3 persen sekarang naik di 90,7 persen tingkat akurasinya. Apalagi ada VAR."

"Ini catatan tersendiri karena tidak mungkin, ya, penonton di TV, yang beli tiket ini hadir tanpa kepuasan hasil kalau hasilnya di-setting. Itu penting," kata Erick Thohir.

Tidak sekadar di Super League, mutasi kualitas wasit juga melonjak tajam pada gelaran Liga 2 Championship.

"Liga 2 juga yang dulunya 75 persen akurasinya sekarang sudah 92,1 persen wasitnya. Tanpa VAR. Tidak banyak negara yang punya juga VAR hari ini. Ya, kami terus konsisten dorong," ujarnya.

Tak Toleransi Pengaturan Skor

Lebih lanjut, Erick Thohir menegaskan bahwasanya mutu kompetisi saling bertautan satu sama lain. Apabila wasit mengawal laga secara adil dan tepat, setiap klub juga bakal menyajikan performa paling optimal yang nantinya berdampak positif terhadap rating.

"Nah, tentu kompleksitas itu yang kami harapkan juga para klub memberikan permainan yang terbaik di setiap pertandingan."

"Karena kenapa? Kalau semua klub dan para pelatih memberikan pertandingan terbaik, makanya rating-nya bagus," jelas Menpora RI tersebut.

Kepada Sekjen PSSI Yunus Nusi, Erick Thohir menekankan bahwa dirinya tidak akan memberi ampun terhadap praktik pengaturan skor (match fixing).

"Pak Sekjen, sebagai Komdis. Kalau ada match fixing di ujung musim, saya sikat, sikat bener loh, Pak Sekjen. Ya, ini penting," ujarnya.

Adapun Super League 2026-2027 dijadwalkan bergulir mulai Jumat (4/9/2026) yang ditandai laga perdana antara Arema FC melawan Isenmulang FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, pukul 15.30 WIB. 

Kemudian pada malam harinya, bentrokan Bali United vs PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pukul 19.00 WIB secara resmi bakal membuka rangkaian kompetisi.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index