Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini: Berpotensi Menguat Terbatas

Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini: Berpotensi Menguat Terbatas
LUSTRASI Rupiah diproyeksi bergerak terbatas pada perdagangan hari ini [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (1/9/2026), diproyeksikan bakal bergerak fluktuatif dengan kecenderungan ditutup menguat terbatas di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Berdasarkan data analisis Doo Finansial Futures, pada Senin (31/8/2026), rupiah ditutup melemah 0,16% atau terdepresiasi 29 poin ke level Rp17.722 per dolar AS. Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia juga terkoreksi terhadap dolar AS, seperti peso Filipina (0,21%), dolar Taiwan (0,18%), dan ringgit Malaysia (0,05%).

  Sebaliknya, won Korea Selatan berhasil menguat 0,57%, yen Jepang naik 0,36%, rupee India terangkat 0,24%, dolar Singapura terdorong 0,15%, yuan China naik 0,12%, baht Thailand menguat 0,09%, serta dolar Hong Kong terangkat 0,03%.

Pelemahan nilai tukar rupiah hingga mendekati zona merah terutama dipicu oleh penguatan tajam dolar AS akibat sentimen eksternal global. Sinyal hawkish dari pidato bernada keras Kepala Federal Reserve, Kevin Warsh, menjadi pendorong utama pemulihan indeks dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa arah pergerakan rupiah hari ini sangat bergantung pada respons pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi domestik yang krusial, yaitu angka inflasi dan neraca perdagangan. 

Data dalam negeri tersebut diharapkan dapat menahan tekanan dolar AS sekaligus memberikan katalis positif bagi pasar keuangan nasional.

"Rupiah diproyeksikan bergerak pada rentang Rp17.650 – Rp17.800 per dolar AS," ujarnya.

Pada perdagangan Selasa pagi hingga pukul 09.05 WIB, mata uang Garuda tercatat rebound tipis dengan menguat 0,04% atau terapresiasi 7 poin ke posisi Rp17.715 per dolar AS. 

Pergerakan rupiah ini beriringan dengan dinamika mata uang di kawasan Asia. Dolar Taiwan memimpin penguatan sebesar 0,23%, disusul rupee India (0,22%) dan peso Filipina (0,14%). 

Sementara itu, won Korea Selatan memimpin pelemahan hingga 0,24%, diikuti ringgit Malaysia (0,20%), baht Thailand (0,12%), dolar Singapura (0,06%), yen Jepang (0,04%), yuan China (0,02%), dan dolar Hong Kong (0,01%).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index