JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memacu peningkatan kapasitas, kompetensi, serta wawasan global para pengajar vokasi supaya senantiasa selaras dengan kebutuhan dunia industri modern lewat Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengutarakan bahwa agenda penguatan kompetensi tersebut pada tahun ini mengirimkan 50 guru SMK dari beraneka satuan pendidikan yang telah melewati proses penyaringan ketat oleh tim kerja khusus.
“Upaya untuk meningkatkan kemampuan para guru SMK ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kami mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” kata Mendikdasmen Mu’ti saat membuka kegiatan Pelepasan Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Pihaknya, kata dia, menyadari bahwasanya kualitas proses belajar mengajar sangat bergantung pada jajaran guru selaku agent of learning sekaligus agent of civilization.
Pihaknya berharap agenda magang ini sanggup melahirkan efek berantai, bukan cuma untuk para murid SMK di sekolah asal para peserta magang, melainkan juga bagi rekan-rekan guru SMK lain yang belum berkesempatan bergabung dalam program tersebut.
Bagi para murid SMK, Mu'ti menginginkan para pengajar yang sudah mengantongi penguatan kapasitas lewat program magang luar negeri ini sanggup membimbing peserta didik masing-masing supaya kian matang melangkah ke dunia kerja, baik dari segi hardskills maupun softskills.
Sedangkan untuk guru-guru lainnya, ia menginginkan para peserta magang luar negeri dapat menyalurkan serta membagikan pengalaman beserta pengetahuan masing-masing kepada jajaran pengajar yang belum berkesempatan mengikuti agenda tersebut.
Pada momen yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menyampaikan bahwa agenda magang luar negeri ini memberangkatkan 50 guru SMK yang berasal dari 16 provinsi menuju Jerman, dengan institusi mitra tujuan yakni Technical University of Dresden serta Festo.
Kelima puluh pengajar SMK ini, tutur Tatang, merupakan guru-guru pilihan dari sekolah SMK negeri maupun swasta, yang mencakup tiga rumpun keahlian utama, yaitu teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan.
Tatang mengutarakan bahwasanya kelima puluh guru SMK tersebut ke depannya bakal mengemban peran sebagai duta di tempat bertugas masing-masing yang mengemban tugas menyebarkan ilmu maupun pengalaman mereka kepada para guru serta murid-murid SMK agar kian siap merambah industri tingkat dunia.
“Tentu keberangkatan Ibu dan Bapak Guru ke Jerman membawa misi penting, yakni meningkatkan kompetensi, wawasan profesional, dan sekaligus pengalaman belajar dan praktik bagaimana di dunia pendidikan dan juga di dunia industri. Ini harapannya nanti praktik baik ini bisa disebarluaskan di Tanah Air,” kata Tatang.