JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyiapkan bantuan beasiswa bagi sekitar 4.000–5.000 mahasiswa yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bantuan tahap awal disalurkan selama satu semester untuk meringankan beban mahasiswa terdampak.
Brian memaparkan pemerintah telah menjalankan pendataan bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) dan para rektor perguruan tinggi di wilayah terdampak.
"Kemarin kami sudah datang ke Maumere, Manggarai, kami sedang meminta didata ya. Jadi kami sudah kerja sama dengan LLDikti dengan rektor, jadi kami akan memberikan beasiswa untuk kali pertama ini kami berikan satu semester untuk mengurangi beban mereka," kata Brian usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Timor Leste José Ramos-Horta di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Menurut Brian, data awal menunjukkan sekitar 4.000–5.000 mahasiswa terdampak bencana.
Angka penerima bantuan masih berpotensi bertambah apabila hasil pendataan lanjutan memperlihatkan jumlah korban terdampak lebih besar.
"Jadi tahap pertama kemarin data sudah ada sekitar 4.000-5.000 yang terdampak ya, itu akan kami berikan beasiswa. Kalau nanti ternyata jumlahnya lebih kami akan tambahkan," ujarnya.
Brian mengungkapkan pemberian beasiswa tersebut tidak langsung ditetapkan untuk jangka panjang. Pemerintah bakal mengevaluasi kondisi mahasiswa usai bantuan satu semester disalurkan.
"Kami akan lihat pertama untuk satu semester dulu ya. Nanti kalau memang dampaknya masih berkelanjutan kami akan tambah lagi di tahun depan di semester yang berbeda," katanya.
Anggaran Perguruan Tinggi Terdampak Akan Dialihkan
Selain menyalurkan bantuan kepada mahasiswa, Kemendiktisaintek juga menginventarisasi kerusakan fasilitas perguruan tinggi yang berada di daerah terdampak bencana NTT.
Brian mengutarakan pemerintah bakal melihat ketersediaan anggaran dan program yang sedang berjalan untuk kemudian mempertimbangkan pengalihan anggaran demi menyokong pemulihan fasilitas kampus yang rusak.
"Yang kedua juga kami sedang mendata beberapa kerusakan-kerusakan dari kampus-kampus yang ada, perguruan tinggi yang ada di daerah bencana," ujarnya.
"Kami akan lihat kemungkinannya anggaran dan program yang masih berjalan kami akan alihkan ke bantuan untuk pembangunan atau perbaikan fasilitas-fasilitas yang terdampak karena bencana di NTT," lanjut Brian.
Mahasiswa Turut Dikerahkan Bantu Pemulihan
Di samping itu, Kemendiktisaintek juga bakal melibatkan mahasiswa dalam proses pemulihan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.
Brian menyebutkan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari perguruan tinggi di lokasi terdampak telah mulai berkomunikasi dengan mahasiswa dari perguruan tinggi di Jawa untuk memetakan kebutuhan masyarakat di area bencana.
"Kami juga akan mengirimkan mahasiswa-mahasiswa yang kebetulan kami ada program KKN tematik ya, mahasiswa berdampak," katanya.
Mendiktisaintek merinci beberapa perguruan tinggi yang mahasiswanya terlibat dalam komunikasi tersebut, antara lain Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Universitas Nusa Cendana (Undana), Politeknik El Bajo Commodus, dan Universitas Mataram (Unram).
Brian menjelaskan mahasiswa dari kampus-kampus tersebut telah bertemu dan berkoordinasi dengan BEM dari perguruan tinggi di Jawa guna menyusun pemetaan kebutuhan di daerah terdampak.
"Jadi kemarin beberapa BEM dari daerah terdampak gempa, ada Universitas Kristen Indonesia Ruteng, Santo Paulus Ruteng, ada Undana, ada Elbajo, Politeknik Bajo, kemudian ada Unram juga, mereka bertemu dengan teman-teman yang BEM yang ada di Jawa," ujarnya.
Menurut penjelasannya, komunikasi tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk menyusun program bantuan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Nah itu sekarang teman-teman mahasiswa kami menyusun program untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang riil yang diketahui oleh tadi yang mahasiswa sudah mendata kebutuhan-kebutuhan yang urgen dibantu di daerah NTT yang terdampak bencana," kata Brian.