Boy Thohir: Beasiswa ke China Bakal Fokus STEM dan Kedokteran

Boy Thohir: Beasiswa ke China Bakal Fokus STEM dan Kedokteran
Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Garibaldi “Boy” Thohir menyerahkan beasiswa [FOTO: NET].

JAKARTA — Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) Garibaldi “Boy” Thohir menyampaikan bahwa program beasiswa yang diselenggarakan bersama Yayasan Warga Bumiputra Indonesia (YWBPI) ke depannya bakal lebih difokuskan pada bidang sains, teknologi, teknik, matematika (STEM) dan kedokteran.

Boy mengutarakan penekanan tersebut turut memperhitungkan kebutuhan mendesak Indonesia akan ketersediaan tenaga medis.

 Pengusaha ini merujuk pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai belum terpenuhinya kuota dokter di tanah air.

“Kayak di Indonesia kan Pak Presiden Prabowo Subianto juga mengatakan kami kekurangan dokter,” kata Boy saat ditemui dalam agenda pelepasan penerima Beasiswa Dharma Bumiputra untuk Indonesia di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026).

Menurut penjelasan Boy, KIKT bersama YWBPI ke depan bakal mengupayakan bantuan bagi para pelajar atau mahasiswa yang sudah berada di tingkat akhir namun terkendala persoalan finansial.

Skema ini, lanjutnya, secara khusus dapat menyasar mahasiswa kedokteran yang memerlukan biaya ekstra saat menempuh fase akhir pendidikan maupun hendak melanjutkan jenjang spesialisasi.

“Kami nanti coba mau cari, mungkin ada beberapa siswa-siswi yang sudah tahapannya akhir, tapi mungkin berat dari sisi pendanaan,” ujarnya.

“Karena mulai akhir tugas itu kan biasanya kalau kedokteran makin berat, mesti spesialisasi dan segala macam. Kami mau cobalah,” sambung Boy.

Kendati demikian, Boy menggarisbawahi bahwa penanganan program ini nantinya tetap diselaraskan dengan arahan Hendropriyono selaku perwakilan YWBPI.

Sementara di lingkup KIKT, dirinya menegaskan peran organisasi tetap memprioritaskan fungsi penyambung hubungan bilateral antara Indonesia dan China, termasuk membentangkan jalur kerja sama sektor pendidikan.

“Kalau dari KIKT sekali lagi memang tadi fungsi saya mencoba menjembatani antara Indonesia dengan China,” kata Boy.

Saat dikonfirmasi apakah program beasiswa mendatang bakal menitikberatkan pada pemenuhan dokter sekaligus bidang STEM seturut kebijakan pemerintah, Boy mengamininya.

“Ya, kami lebih fokus ke masalah STEM dan kedokteran,” tegasnya.

Sebelumnya, KIKT berkolaborasi dengan YWBPI telah memberangkatkan tiga penerima Beasiswa Dharma Bumiputra guna menuntut ilmu di Tianjin University, China.

Ketiga mahasiswa penerima beasiswa tersebut akan mendalami disiplin ilmu farmasi, teknik lingkungan, serta teknik kimia.

Boy menandaskan program ini menjadi pijakan awal untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi generasi muda Indonesia di Negeri Tirai Bambu.

 Ke depan, pihaknya berencana menjajaki peluang kemitraan dengan kampus-kampus lain di China.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index