Pemprov DKI Bangun Pedestrian Deck Hubungkan 6 Moda di Dukuh Atas

Pemprov DKI Bangun Pedestrian Deck Hubungkan 6 Moda di Dukuh Atas
Desain rencana pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merancang pengembangan pedestrian deck atau area pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, guna memantapkan konektivitas antarmoda angkutan umum.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, area pejalan kaki di Dukuh Atas mendatang bakal mempertautkan bermacam moda transportasi yang menjadi simpul utama pergerakan warga di Jakarta.

"Deck pejalan kaki Dukuh Atas yang baru akan lebih jauh menghubungkan LRT Jabodebek, LRT Jakarta, MRT, TransJakarta, KRL Commuter Line, serta Kereta Bandara," ujar Pramono dalam acara Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di wilayah Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Menurut penataan Pramono, pembenahan kawasan Dukuh Atas merupakan bagian dari ikhtiar Pemprov DKI mentransformasi kota yang terintegrasi dan responsif terhadap tuntutan mobilitas masa depan. 

Sentra tersebut diharapkan kian mengokohkan peran Dukuh Atas sebagai salah satu titik temu transportasi terpadu di Jakarta.

Bukan sekadar membangun prasarana pejalan kaki, Pemprov DKI juga konsisten memperlebar cakupan jaringan transportasi publik di Ibu Kota.

Pramono menguraikan, sepanjang paruh pertama 2026, akumulasi perjalanan menggunakan angkutan umum di Jakarta menyentuh angka sekitar 112 juta perjalanan.

"Pertumbuhan permintaan ini didukung oleh perluasan jaringan transportasi terintegrasi Jakarta yang terus berlanjut," kata Pramono.

Salah satu penambahan jalur yang sedang diproses ialah proyek LRT Jakarta koridor Kelapa Gading-Manggarai yang ke depan berperan sebagai bagian dari sistem angkutan pengumpan (feeder).

Sementara itu, perpanjangan lintasan MRT dari titik Bundaran HI menuju Monas diproyeksikan tuntas pada 2027.

Pramono menganggap, perpaduan antarmoda transportasi menjadi salah satu pilar krusial dalam mengokohkan posisi Jakarta sebagai kota global.

Lewat penguatan konektivitas ini, Pemprov DKI berharap warga kian praktis berpindah moda transportasi sekaligus memicu peningkatan penggunaan angkutan massal di Jakarta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index