JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mematok target angka transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 menyentuh Rp40 triliun, atau naik berkisar 10 persen jika dibandingkan capaian realisasi tahun sebelumnya yang bernilai Rp36,4 triliun.
Patokan target tersebut diutarakan Airlangga sewaktu meresmikan Kick-off Road to Harbolnas 2026 di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis.
Ia mengungkapkan perhelatan tahun ini diharapkan mampu ikut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, utamanya pada triwulan IV 2026.
"Target tahun lalu kami capai sebesar Rp36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik minimal 10 persen. Jadi targetnya tahun ini Rp40 triliun," kata Airlangga.
Airlangga menerangkan Harbolnas menjadi pendorong utama guna memacu perekonomian pada triwulan IV. Pihak pemerintah mematok target laju ekonomi triwulan IV 2026 mengarah ke angka 6 persen sebagai fondasi demi meraih pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
Berdasarkan penjelasannya, laju ekonomi digital Indonesia konsisten menunjukkan prospek yang masif. Nilai ekonomi digital nasional menyentuh estimasi 100 miliar dolar AS pada 2025, sementara Indonesia turut menempati posisi salah satu pasar utama video commerce.
"Jumlah penjual online sekitar 800.000, namun dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90 persen yaitu 2,6 miliar transaksi," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memaparkan Harbolnas merupakan program sinergi pemerintah dan Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) yang dirancang untuk memacu laju ekonomi triwulan IV sekaligus menjadi stimulus penguatan daya beli publik mendekati akhir tahun.
Budi menguraikan bahwasanya nilai transaksi Harbolnas 2025 berada di angka Rp36,4 triliun, atau melonjak 17 persen ketimbang pelaksanaan 2024 yang tercatat Rp31,2 triliun. Dari total transaksi itu, produk dalam negeri menyumbangkan Rp16,6 triliun atau berkisar 45 persen.
"Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan serta produk makanan dan minuman," terang Budi.
Mengenai Harbolnas 2026, Budi menginformasikan gelaran ini bakal berlangsung sepanjang tujuh hari pada 10-16 Desember 2026.
Berbeda dengan agenda sebelumnya, Harbolnas 2026 tidak cuma menyajikan promosi barang komoditas, melainkan juga beragam produk dan layanan jasa, termasuk sarana akomodasi serta tiket transportasi.
Lebih lanjut, jika pada periode sebelumnya lebih dominan mengaitkan lokapasar, Harbolnas 2026 bakal merangkul online travel agent, ride-hailing, social commerce, hingga beraneka platform perdagangan dan jasa digital lainnya.
"Perluasan cakupan tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik," ujar Budi.
Budi turut menyoroti perkembangan platform e-commerce nasional yang saat ini mulai dimanfaatkan guna mendukung penetrasi ekspor. Menurut pandangannya, produk buatan Indonesia sudah dapat dipasarkan via platform digital ke kawasan Asia.
Hal itu berjalan selaras dengan agenda prioritas Kemendag, antara lain UMKM Bisa Ekspor dan Kampuspreneur. Pihak Kemendag telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 20 perguruan tinggi guna memfasilitasi pelatihan ekspor kepada para mahasiswa.