OVO Ajak Pengguna Lebih Waspada saat Gunakan Pembayaran Digital

OVO Ajak Pengguna Lebih Waspada saat Gunakan Pembayaran Digital
Ilustrasi Transaksi Digital [FOTO: NET].

JAKARTA - OVO mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selaku pengguna transaksi digital dalam aktivitas harian dari ancaman modus penipuan di dalam ekosistem pembayaran digital.

Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank Asep Haekal menuturkan bahwa keamanan transaksi digital dapat diawali dari kebiasaan simpel seperti menjaga kerahasiaan PIN dan OTP, mencermati tautan atau permintaan transaksi yang janggal, serta memastikan seluruh informasi dan layanan bantuan didapat lewat kanal resmi.

“Prinsipnya sederhana, OVO tidak pernah meminta PIN, OTP, maupun transfer dana dari pengguna. Jika ada pihak yang memintanya atas nama OVO, dapat dipastikan itu merupakan penipuan. Karena itu, selain terus memperkuat sistem keamanan, OVO juga secara konsisten mendorong edukasi agar pengguna semakin mampu mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan digital,” kata Asep dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Seiring pemanfaatannya yang kian meluas, ragam modus penipuan turut terus bertransformasi dan kerap memanfaatkan kelengahan pengguna lewat bermacam saluran komunikasi.

Data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) bentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendata adanya lebih dari 636 ribu aduan penipuan sejak November 2024 sampai akhir Juli 2026, dengan lebih dari 600 ribu rekening yang berkaitan dengan tindak penipuan telah dibekukan.

Di sisi lain, kebiasaan simpel pengguna, seperti melindungi kerahasiaan data akun dan memastikan tiap komunikasi datang dari kanal resmi, memegang peranan krusial.

Asep menyampaikan terdapat lima hal yang dipastikan tidak pernah diminta OVO dari para pengguna, di antaranya tidak pernah meminta pengguna untuk mengutarakan, mengirimi, atau membagikan PIN dalam rangkaian proses pelayanan atau penanganan masalah.

Kedua, OVO mewanti-wanti pengguna agar tidak menyerahkan kode OTP kepada pihak mana pun, termasuk ke pihak yang mengaku selaku perwakilan atau customer service OVO.

 Melindungi kerahasiaan OTP krusial dilakukan demi mencegah masuknya akses maupun tindakan transaksi tidak sah pada akun pengguna.

Ketiga, manajemen OVO tidak pernah meminta proses verifikasi, aktivasi, hingga pencairan hadiah yang mewajibkan pengguna melakukan transfer uang terlebih dahulu. 

Di samping itu, pengguna turut dianjurkan hanya mengunduh aplikasi OVO melalui platform resmi serta menghindari tautan mencurigakan yang dikirimkan via WhatsApp, SMS, media sosial, maupun saluran komunikasi lainnya.

Terakhir, OVO mengimbau pengguna memastikan bahwa informasi berikut bantuan seputar akun maupun transaksi diperoleh lewat saluran resmi OVO.

Pada akhirnya, ekosistem digital yang aman terbangun secara bersama lewat teknologi yang diproteksi penyedia layanan serta hadirnya pengguna yang kian waspada dan cermat pada setiap aktivitas digital.

Sinergi antara teknologi yang kian tangguh dan pengguna yang makin cermat menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pengalaman bertransaksi digital yang aman serta terpercaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index