JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bakal meresmikan pengoperasian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan Kompas.com di lokasi, Senin (24/8/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek langsung kesiapan operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai bersama pihak protokol sarana istana.
Pramono mencobanya secara langsung dengan melakukan perjalanan menggunakan LRT dari Stasiun Velodrome sekitar pukul 09.55 WIB.
Sewaktu menuju area stasiun, tampak hamparan karpet berwarna biru dipasang membentang di sepanjang rute perlintasan yang bakal dilewati. Karpet tersebut posisinya masih terlapisi plastik perlindungan.
Setibanya di peron, armada kereta mulai meluncur dari Stasiun Velodrome pada pukul 10.19 WIB.
Kereta tersebut melintasi Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, sampai akhirnya berlabuh di Stasiun Manggarai pukul 10.31 WIB. Rangkaian tempuh perjalanan tersebut memakan durasi kurang lebih 26 menit 48 detik.
Saat mendarat di Stasiun Manggarai, nuansa warna biru tampak mendominasi dekorasi lokasi. Bagian panggung beserta karpet menggunakan warna biru, diiringi pemasangan bendera Merah Putih pada titik area acara.
Alunan lagu "Indonesia Raya" turut dikumandangkan sewaktu proses geladi persiapan berlangsung.
Seusai melakukan peninjauan, Pramono mengutarakan bahwa pengerjaan fisik LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai telah tuntas seluruhnya.
Pada saat ini, tahapan yang sedang bergulir adalah proses pengujian teknis dari jajaran pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
"Tadi saya bersama jajaran Balai Kota mengecek terakhir sebelum diresmikan. Untuk rel dan jalur layang sudah selesai 100 persen," ujar Pramono.
Di samping itu, pembangunan struktur LRT juga dinyatakan telah rampung total 100 persen. Berdasarkan penuturan Pramono, Pemprov DKI Jakarta kini sebatas menanti keluarnya hasil sertifikasi uji dari pemerintah pusat sebelum moda transportasi LRT ini resmi dibuka bagi publik.
"Jadi dari sisi Pemerintah DKI Jakarta, baik pembangunan maupun jalurnya sudah siap untuk diresmikan," katanya.
Pramono mengutarakan, Pemprov DKI melayangkan usulan agar seremonial peresmian LRT Jakarta dapat dilangsungkan pada 26 Agustus 2026. Meski demikian, kepastian waktu pelaksanaannya tetap mengikuti penyesuaian jadwal kegiatan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami mengusulkan tanggal 26 Agustus. Waktunya mengikuti waktu Bapak Presiden Prabowo Subianto, apakah pagi, sore, atau hari lain," ucapnya.
Pembangunan Selanjutnya
Pramono memaparkan, usai pengerjaan rute Kelapa Gading-Manggarai tuntas, kelanjutan pembangunan moda ini bakal diteruskan hingga menjangkau kawasan Dukuh Atas.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan alokasi anggaran bagi fase lanjutan tersebut mengalami penyesuaian angka. Dari hitungan awal sebesar Rp 2,1 triliun, nilainya melonjak naik menjadi Rp 2,7 triliun menyusul adanya penambahan kebutuhan train set atau unit rangkaian kereta.
Alokasi dana tersebut terintegrasi ke dalam skema rencana pengajuan obligasi daerah Pemprov DKI dengan total nilai mencapai Rp 5,6 triliun.
Selain membiayai proyek LRT, dana penerbitan obligasi itu hendak dialokasikan bagi pembangunan fasilitas Rumah Sakit Sumber Waras.
Pramono memperkirakan operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sanggup mengangkut kisaran 60.000 hingga 80.000 pengguna pada fase awal pelayanannya.
Menurut pengamatannya, angka volume penumpang akan meningkat secara konsisten seiring terkoneksinya rute LRT dengan kawasan-kawasan lain.
"Nanti kalau sudah tersambung dari Kelapa Gading sampai Manggarai ini, kurang lebih antara 60.000 sampai 80.000 di tahap awal," ujar Pramono.
Ia menaruh harapan besar agar armada LRT Jakarta mampu menjadi pilar transportasi utama yang mengintegrasikan koridor Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, hingga masa mendatang menjangkau Jakarta Pusat.
Mengenai besaran tarif, Pramono menegaskan bahwa biaya tiket perjalanan LRT Jakarta dipastikan tetap di angka Rp 5.000 pada awal pengoperasian hingga bulan Oktober mendatang.
"Untuk sementara sampai dengan Oktober nanti tarifnya masih menggunakan tarif flat Rp 5.000," kata Pramono.
Setelah merampungkan periode transisi tersebut, pihak Pemprov DKI baru akan menetapkan besaran tarif resmi terbaru yang bakal diberlakukan.