JAKARTA - Kepala Negara Prabowo Subianto mendarat di Palembang, Sumatera Selatan kira-kira pukul 13.30 WIB guna meninjau secara langsung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sumatera.
Melalui tayangan daring yang disimak dari Jakarta, Senin, Presiden Prabowo Subianto segera menuruni tangga pesawat lalu bergegas menuju mobil taktis yang telah disiapkan guna meneruskan perjalanan ke titik lokasi berikutnya.
Setibanya di posko penanggulangan, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya lantas membuka agenda rapat penanganan karhutla Sumatera yang dipimpin secara langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Palembang.
Kunjungan kerja ke Palembang ini merupakan rangkaian peninjauan ke bermacam daerah rawan karhutla di kawasan Sumatera, mencakup Riau, Jambi, hingga Sumatera Selatan.
Sebelum menginjakkan kaki di Palembang, Presiden telah menggelar rapat koordinasi bersama jajarannya terkait penanggulangan karhutla dalam pengarahan yang berlangsung di Pekanbaru, Riau pada Senin pagi.
Di Pekanbaru, Presiden memberikan sejumlah petunjuk, termasuk pemantauan ekstra pada titik panas di area konservasi serta penambahan fasilitas peralatan bagi para petugas di lapangan.
Langkah tersebut diambil menimbang data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang mencatat ada 2.894 titik panas atau hotspot di 10 provinsi se-Sumatera, dengan sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan sebanyak 1.410 titik, Riau 480 titik, serta Jambi 425 titik.
Sementara itu, cakupan lahan yang terbakar di 10 provinsi wilayah Sumatera pada 2026 terdata menembus 36.047,64 hektare.
Presiden Prabowo pun beberapa hari sebelumnya sempat menyambangi sejumlah area di Pulau Kalimantan guna memastikan langkah penanggulangan karhutla terealisasi dengan sigap, terintegrasi, dan efektif.