JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali berupaya memperluas jangkauan pasar UMKM, khususnya yang bergerak di bidang wastra dan kerajinan, melalui keikutsertaan pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI).
“Partisipasi itu semakin memperluas akses pasar dan memperkuat jejaring bisnis,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Bali, Sabtu (22/8/2026).
Di samping itu, ia turut mendorong peningkatan daya saing para pelaku UMKM baik pada skala nasional maupun internasional.
Kantor bank sentral perwakilan Bali tersebut memberikan kesempatan bagi 45 UMKM binaannya untuk memamerkan produk secara daring lewat situs resmi KKI.
Tidak hanya itu, terdapat 18 UMKM binaan yang terlibat langsung dalam kegiatan perjumpaan bisnis (business matching) bersama calon konsumen serta investor potensial pada pameran KKI di Jakarta hingga Minggu (23/8/2026).
Sektor UMKM yang berpartisipasi meliputi pembuat wastra, perhiasan, aksesori, pengelola desa wisata, serta UMKM kuliner makanan dan minuman olahan melalui skema toko ritel.
Para pelaku UMKM tersebut merupakan lini usaha yang telah maupun berpotensi menembus pasar ekspor.
Oleh sebab itu, mereka diharapkan mampu mendongkrak mutu serta menjaga keberlanjutan produksi demi memenuhi permintaan pasar.
Achris berharap ekspansi jangkauan pasar UMKM ini sanggup menopang laju perekonomian daerah di tengah situasi yang penuh ketidakpastian serta tantangan global, seperti konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sebagai gambaran, kondisi perekonomian Bali pada triwulan II-2026 terus memperlihatkan performa yang solid dengan mencatatkan pertumbuhan 5,78 persen, naik dari triwulan sebelumnya yang berada di level 5,58 persen.
Torehan tersebut juga tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tingkat nasional sebesar 5,29 persen.
Di tengah bergairahnya pertumbuhan itu, angka inflasi Bali pada Juni 2026 dapat dijaga dengan baik di level 3,27 persen, atau lebih rendah jika dibandingkan tingkat inflasi nasional sebesar 3,34 persen.
Kendati demikian, capaian inflasi tersebut tetap mesti dicermati dengan saksama supaya tidak melebihi rentang sasaran 1,5–3,5 persen.
“KKI ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan UMKM yang berkelanjutan, berdaya saing, serta berbasis kekayaan budaya Nusantara,” imbuh Achris.