JAKARTA - Sebanyak tiga pesawat Casa NC-212 dari Skadron Udara 4 TNI Angkatan Udara (AU) diterjunkan demi mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
“Tiga pesawat terbang dari Lanud Abdulrachman Saleh Jumat ini menuju menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat dukungan penanganan karhutla di wilayah tersebut,” kata Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dalam keterangannya, Jumat (22/8/2026).
Menurut penuturan Nyoman, pengerahan tiga pesawat Casa NC-212 tersebut menjadi wujud nyata kontribusi TNI AU pada pelaksanaan OMC guna menekan dampak akibat karhutla di wilayah Kalimantan.
Nyoman mengungkapkan, keberadaan tiga pesawat tersebut bakal menambah armada udara yang sebelumnya sudah bersiaga di Kalimantan.
Saat ini, sudah ada 20 pesawat berbagai tipe yang dikerahkan demi memperkuat penanganan karhutla di kawasan Kalimantan.
Rangkaian armada tersebut terdiri atas lima unit pesawat khusus OMC, tiga unit pesawat jenis lainnya, serta 12 unit helikopter berukuran besar yang disiagakan untuk operasi pemadaman udara (water bombing).
“Dengan tambahan tiga pesawat Casa ini, dukungan TNI AU diharapkan dapat semakin optimal, khususnya dalam pelaksanaan OMC untuk membantu mengurangi dampak kabut asap di wilayah Kalimantan,” kata dia.
Sebelum melancarkan pengerahan armada baru ini, Nyoman menuturkan bahwa sebanyak 42 unit pesawat telah diterjunkan ke enam provinsi yang tergolong rawan bencana karhutla, meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Tengah.
“Dari jumlah tersebut, 20 pesawat berpusat di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya berpusat di Sumatera,” pungkas dia.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, jumlah sebaran titik panas (hotspot) karhutla di area Kalimantan sempat menembus angka 750 titik. Data tersebut bersumber dari hasil pembaruan Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan sepanjang 17-19 Agustus 2026.
Temuan data ini selaras dengan hasil pemantauan Satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua yang memiliki derajat kepercayaan tinggi (high confidence).
Pada tanggal 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) mendeteksi titik panas terbanyak yaitu 93 titik, disusul Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan 28 titik, serta Kalsel sebanyak dua titik. Jika diakumulasikan, hotspot di tiga provinsi tersebut menyentuh 123 titik.
Sehari berikutnya, yaitu pada 18 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, pergerakan tren mengalami dinamika berbalik. Angka titik panas di Kalbar mendadak turun hingga tersisa 15 titik, sementara wilayah Kalteng justru melonjak menyentuh 73 titik, dan Kalsel merambat naik ke angka 21 titik.
Akumulasi hotspot pada hari tersebut tercatat berada di angka 109 titik. Kendati demikian, lonjakan paling tajam baru tercatat pada hari berikutnya.
Pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, angka hotspot Kalbar kembali melesat cepat ke 259 titik, Kalteng melambung menjadi 242 titik, serta Kalsel sebanyak 17 titik.
Total angka dari ketiga provinsi tersebut mencapai 518 titik panas, yang mana jumlah ini melonjak lebih dari empat kali lipat bila dibandingkan dengan capaian hari sebelumnya.
Jika dihitung secara kumulatif selama rentang 17-19 Agustus 2026, total titik panas berkepercayaan tinggi di wilayah Kalbar, Kalteng, dan Kalsel mencapai 750 titik. Rinciannya terdiri dari 367 titik berlokasi di Kalbar, 343 titik di Kalteng, serta 40 titik berada di Kalsel.