RI-China Perkuat Perdagangan, Manufaktur, dan Kerja Sama AI

RI-China Perkuat Perdagangan, Manufaktur, dan Kerja Sama AI
Menteri Luar Negeri China Wang Yi [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama China menyetujui perluasan kerja sama di sektor perdagangan dan investasi, penguatan industri manufaktur, hingga pembentukan wadah kerja sama internasional teknologi kecerdasan buatan demi menyokong target pembangunan yang lebih besar.

Torehan kesepakatan itu diutarakan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi dalam keterangan bersama Menlu RI Sugiono usai menghadiri Dialog Strategis Komprehensif (CSD) Indonesia-China di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Wang Yi menyebutkan bahwa Indonesia dan China sepaham untuk menjaga otonomi strategis, saling menyokong kepentingan secara solid, serta menyelaraskan aspek pembangunan dan keamanan secara lebih optimal.

"Kerja sama antara China dan Indonesia akan memberikan jaminan yang kuat bagi modernisasi kedua negara. Kami telah memutuskan untuk meluncurkan Rencana Aksi Lima Tahun China-Indonesia yang akan dilaksanakan mulai 2027 hingga 2030," kata Wang Yi.

Ia melanjutkan, Rencana Aksi Lima Tahun Indonesia-China memegang peranan krusial dalam menyikapi dinamika di Indonesia. Kedua belah pihak turut berkomitmen membangun kemitraan sumber daya energi hijau yang menyeluruh, inklusif, dan selaras dengan kepentingan bersama.

Indonesia beserta China juga memperkokoh sinergi energi dan mineral melalui pembentukan Forum Energi China-Indonesia guna mengasistensi Indonesia mengolah keunggulan sumber daya alam (SDA) menjadi motor penggerak industrialisasi demi mendongkrak kesejahteraan warga.

Di samping itu, kedua negara menyetujui pendalaman kerja sama sektor pangan, teknologi pertanian, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, hingga perluasan jaringan kerja sama kesehatan, pendidikan, dan pertukaran pemuda.

"Tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara, tetapi juga untuk menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan baik bagi perusahaan-perusahaan China," tambahnya.

Mengenai sektor kelautan, ia menerangkan bahwa kedua pihak sepakat mengaktifkan kembali kerja sama perikanan dan mengakselerasi proyek pembangunan bersama di wilayah perairan, sembari mengawal pengerjaan Kode Etik (CoC) Laut China Selatan guna menciptakan suasana damai dan kolaboratif di kawasan.

"Kami akan mempercepat kerja sama kelautan, termasuk mendorong proses pengembangan bersama. Kami akan melaksanakan ketentuan terkait Laut China Selatan secara menyeluruh dan berupaya mewujudkan kesepakatan mengenai Laut China Selatan sesegera mungkin," ujar Wang Yi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index