JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa pergelaran musik dapat menjadi strategi ampuh untuk memperkokoh eksistensi seni dan budaya Indonesia di panggung internasional.
"Saya berharap kegiatan yang akan dijalankan tidak hanya menghibur tapi membawa pesan kebudayaan Indonesia, kekayaan budaya kami, dan menjadikan Indonesia visibel di dunia internasional,” kata Menbud dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menghadiri pergelaran musik bertajuk “Strings of Equator: A Musical Journey to Indonesia” yang menampilkan Tantowi Yahya bersama Thomshell Band di tiga kota besar di Eropa.
Acara tersebut dinilai sejalan dengan visi Kementerian Kebudayaan untuk mengakselerasi pemajuan kebudayaan nasional, terutama dalam mempromosikan keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara kepada dunia.
Rangkaian tur ini merupakan bagian dari langkah mengenalkan khazanah musik dan budaya Indonesia, sekaligus menciptakan peluang kolaborasi serta jejaring global bagi para musisi Tanah Air.
Kementerian Kebudayaan konsisten mendorong pemajuan kebudayaan dan pertumbuhan industri kreatif (Cultural and Creative Industries/CCIs) lewat pembentukan ekosistem musik yang inklusif, berkelanjutan, serta adaptif terhadap dinamika zaman.
Tantowi Yahya menjelaskan bahwa rangkaian pertunjukan yang diselenggarakan di Oslo (Norwegia), Santa Susanna (Spanyol), dan Den Haag (Belanda) menyasar warga Eropa sebagai audiens utama.
Diharapkan, makin banyak masyarakat dunia yang mengenal keberagaman budaya Indonesia lewat musik.
Keunikan karakter musik Tanah Air tersebut bakal diperkenalkan lewat tiga tembang yang mewakili kekayaan musikal dari berbagai penjuru wilayah.
“Kekayaan musik daerah Indonesia dapat dilihat dari tiga wilayah berdasarkan zona waktu, yakni Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur, yang masing-masing memiliki karakter musikal berbeda akibat pertemuan dengan berbagai pengaruh budaya," ujar Tantowi.
Ia menambahkan, musik Indonesia wilayah Barat dominan dipengaruhi unsur Islam dan Melayu yang tampak pada penggunaan instrumen seperti gambus, mandolin, dan biola, serta cengkok vokal yang khas.
Di sisi lain, kawasan Tengah sangat dipengaruhi oleh tradisi Jawa dan keraton melalui penggunaan tangga nada pentatonis seperti slendro. Sementara itu, wilayah Timur menonjol dengan karakter musik yang kuat akan pengaruh budaya Pasifik dan ritme kehidupan pesisir. Menurutnya, itulah kehebatan Indonesia.