JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) bersiap memperluas jalinan kerja sama guna memperkokoh ekosistem ketenagakerjaan, terutama pada sektor layanan pasar kerja, peningkatan kompetensi, pemagangan, hingga pemberdayaan tenaga kerja mandiri.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi lewat keterangannya di Jakarta, Kamis, menyebut BSI berpeluang menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekosistem ketenagakerjaan sebab kolaborasi yang dirancang tak cuma menyasar bidang perbankan, melainkan turut menyokong aneka program ketenagakerjaan.
“Kami melihat BSI memiliki potensi untuk menjadi strategic partner dalam pembangunan ekosistem ketenagakerjaan. Kerja sama ini dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi pekerja, pencari kerja, maupun pengembangan sumber daya manusia,” kata Cris.
Sebelumnya, pihak Kemnaker dan BSI telah memeteraikan Kesepahaman Bersama terkait Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Jasa dan Produk Perbankan Syariah serta Kerja Sama dalam Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja pada 20 Maret 2025.
Nota kesepahaman tersebut berjalan selama jangka waktu tiga tahun dan mengover peningkatan kapasitas, pengembangan kompetensi SDM, serta optimalisasi produk layanan bank syariah.
Sinergi tersebut kian diperkokoh lewat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat Pasar Kerja Kemnaker dengan BSI mengenai Penguatan Layanan Pasar Kerja pada 20 April 2026.
Secara rinci, kesepakatan itu meliputi penyajian informasi lowongan kerja, pemanfaatan platform Karirhub, hingga penyelenggaraan seminar, walk in interview, serta publikasi bersama.
Cris menuturkan bahwa penerapan kerja sama ini sudah direalisasikan, seperti lewat agenda walk in interview di Pusat Pasar Kerja hingga keterlibatan BSI pada Program Magang Nasional.
“Ke depan, kami ingin kerja sama yang sudah berjalan ini dapat diperluas melalui program-program yang lebih konkret dan sesuai dengan kebutuhan ketenagakerjaan,” ujarnya.
Langkah perluasan kerja sama ini bakal difokuskan pada peningkatan keahlian tenaga kerja lewat pelatihan vokasi maupun pengembangan soft skill, seperti kompetensi digital banking, customer service, pemasaran digital, hingga industri halal.
Pada sektor pasar kerja, kemitraan dapat diperkuat melalui job matching, career day/job fair, talent pool, serta program penempatan kerja.
Sementara di lini pemberdayaan, Kemnaker bersama BSI berencana mengoperasionalkan kolaborasi guna menyokong Tenaga Kerja Mandiri dan optimalisasi UMKM Center BSI.
Cris turut mengemukakan bahwa sinergi ini dapat direalisasikan bersama Politeknik Ketenagakerjaan melalui ajang magang mahasiswa, campus hiring, hingga pertukaran wawasan lewat seminar, webinar, serta kuliah tamu.