Kemhan Ungkap Alasan Prabowo Ingin Jual KRI Ki Hajar Dewantara

Kemhan Ungkap Alasan Prabowo Ingin Jual KRI Ki Hajar Dewantara
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bermaksud menjual KRI Ki Hajar Dewantara lantaran usia kapal perang tersebut yang sudah sangat tua.

“Pertimbangan utamanya karena KRI Ki Hajar Dewantara merupakan kapal yang sudah berusia tua dan secara teknis dinilai tidak lagi ekonomis apabila dilakukan perbaikan,” ujar Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kamis (20/8/2026).

Meski demikian, Rico mengungkapkan bahwa usai melewati proses demiliterisasi, KRI Ki Hajar Dewantara masih mempunyai nilai ekonomis.

“Sehingga opsi penjualan dipandang dapat memberikan manfaat bagi negara,” ucap dia.

Dalam hal ini, perwira tinggi berbintang satu tersebut menjelaskan bahwa skema penjualan KRI Ki Hajar Dewantara bakal dilaksanakan lewat mekanisme lelang.

“Bukan penjualan langsung kepada negara tertentu. Jadi, sampai saat ini belum ada negara atau pihak pembeli yang ditetapkan,” pungkas dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan penjualan kapal perang latih milik TNI AL, KRI Ki Hajar Dewantara.

Permohonan itu disampaikan melalui Surat Presiden (Surpres) yang dialamatkan kepada DPR, lalu dibacakan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad pada Rapat Paripurna DPR.

"Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli, hal Permohonan Persetujuan DPR RI Terhadap Penjualan Barang Milik Negara berupa 1 unit eks kapal KRI Ki Hajar Dewantara," ujar Dasco, Selasa (18/8/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index