BMKG Perkirakan Gempa Susulan di Flores Berlangsung 3-4 Minggu

BMKG Perkirakan Gempa Susulan di Flores Berlangsung 3-4 Minggu
BMKG mencatat 2.768 gempa susulan di Flores [FOTO: NET].

JAKARTA – BMKG mendata ada sebanyak 2.850 kali gempa susulan yang terjadi pascabencana gempa utama menguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Dari total guncangan tersebut, sebanyak 83 guncangan dapat dirasakan langsung oleh warga.

Direktur Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu menyampaikan bahwa rentetan gempa susulan itu terdata hingga Rabu (19/8/2026) pukul 08.00 WIB. 

Kekuatan magnitudo gempa susulan tercatat variatif, berkisar antara 1,1 hingga 6,2. Kendati demikian, BMKG mendeteksi tren magnitudo gempa susulan makin lama makin menurun.

"Sehingga bisa kami lihat di sini, pergerakan dari gempa susulan ini relatif menurun untuk magnitudonya," ujar Teguh di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Rabu (19/8/2026).

Walau begitu, Teguh menyebutkan rentetan aktivitas gempa susulan masih berpeluang terjadi dalam rentang beberapa pekan mendatang. BMKG menaksir proses peluruhan aktivitas gempa susulan bakal berlangsung kurun tiga hingga empat pekan selepas gempa utama.

"Estimasi peluruhan (gempa susulan) tiga sampai dengan empat minggu ke depan. Sehingga beberapa minggu ke depan kami masih akan merasakan gempa susulan yang kecil-kecil ini," jelasnya.

Atas dasar itu, Teguh mengingatkan warga agar tetap sigap dan waspada terhadap guncangan susulan, namun tidak sampai panik. Ia pun mengimbau publik supaya tidak mudah terhasut oleh isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Kepada masyarakat kami imbau untuk tetap tenang, waspada, terutama dengan berita-berita yang tidak bertanggung jawab dan tidak kami tahu dari mana sumbernya," katanya.

Tidak ada potensi tsunami

Menyinggung perihal ancaman tsunami, Teguh menegaskan bahwa Peringatan Dini Tsunami secara resmi diakhiri dua jam sesudah gempa utama terjadi. 

Ia menjelaskan bahwa rangkaian gempa susulan yang berlangsung saat ini memiliki intensitas magnitudo yang tergolong kecil, sehingga tidak memicu potensi tsunami.

"Sehingga untuk saat ini dengan kondisi gempa susulan magnitudo kecil-kecil ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Di lain pihak, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung dari 15 hingga 28 Agustus 2026. 

Penetapan status tersebut disahkan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena lewat Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT.

Aturan itu diterbitkan di Kupang pada 15 Agustus 2026, menyusul guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang menerjang kawasan Pulau Flores pada hari yang sama. Pusat gempa bumi tersebut berada di kisaran 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index