Kemnaker Tekankan Lima Aspek Penting Ekosistem Pendidikan Vokasi

Kemnaker Tekankan Lima Aspek Penting Ekosistem Pendidikan Vokasi
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandaskan bahwa terdapat lima aspek penting dalam memperkokoh ekosistem pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengutarakan bahwa kelima aspek tersebut mencakup kompetensi dan karakter, daya adaptasi terhadap teknologi, sarana prasarana pembelajaran, tata kelola lembaga, hingga kemanfaatan lulusan bagi dunia kerja serta masyarakat luas.

“Kita tidak cukup hanya mencetak lulusan yang terampil. Kita harus membentuk manusia yang memiliki integritas, disiplin, kompetensi, serta etos kerja yang kuat,” ujar dia.

Lebih jauh, Cris menilai bahwa para peserta didik pada institusi pendidikan vokasi tak cuma dituntut menguasai keterampilan sesuai bidangnya, melainkan juga dibekali modal integritas, rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta etika kerja.

Kendati demikian, dirinya turut mengingatkan bahwasanya pondasi dasar tersebut wajib diperkuat oleh kesiapan merespons pergeseran di dunia kerja, utamanya di tengah laju perkembangan teknologi yang sangat masif.

“Teknologi terus berubah. Oleh karena itu, lulusan vokasi harus memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat,” kata Cris.

Dirinya menguraikan, kapasitas untuk belajar secara berkesinambungan tersebut juga membutuhkan daya dukung lingkungan pendidikan yang representatif.

Lantaran hal itu, penyediaan infrastruktur pembelajaran memegang peranan krusial. Cris memandang bahwa ketersediaan fasilitas fisik maupun digital amat dibutuhkan guna menopang proses belajar-mengajar sekaligus memperluas jangkauan akses atas pendidikan vokasi yang bermutu.

“Selain fasilitas, lembaga pendidikan perlu dikelola dengan baik. Tata kelola institusi memastikan sumber daya pendidikan digunakan secara efektif dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas,” ujar Cris.

Pada akhirnya, sambung dia, penyelenggaraan pendidikan vokasi mesti memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan usai para lulusan terjun ke dunia kerja. Dengan demikian, faedah lulusan bagi sektor industri dan masyarakat menjadi salah satu tolak ukur utama keberhasilan pendidikan vokasi.

“Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi pada akhirnya bukan hanya berapa banyak lulusan, tetapi seberapa besar manfaat yang mereka berikan,” kata dia menambahkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index