JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah belum membuka opsi penerimaan bantuan internasional guna penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prasetyo menuturkan bahwa pemerintah masih sanggup menanggulangi kebutuhan penanganan bencana berdasar kondisi di lapangan yang terus dipantau saban hari oleh pihak pemerintah.
"Belum ya, nanti kami lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan juga setiap hari memonitor perkembangan di lapangan, semua masih bisa kami tangani," tutur Prasetyo kala menghadiri Upacara Penurunan Bendera Pusaka dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, pemerintah hingga saat ini masih mampu mencukupi kebutuhan krusial masyarakat terdampak bencana, termasuk logistik serta kebutuhan para pengungsi.
Di samping pemenuhan kebutuhan mendesak, pemerintah pun mulai mengidentifikasi kebutuhan pemulihan pascabencana, mencakup rencana pembangunan hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak.
"Baik kebutuhan logistik, kebutuhan pengungsi, bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik Huntara maupun Huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi," paparnya.
Prasetyo menegaskan untuk masa ini pemerintah belum melihat adanya keperluan guna membuka pintu bantuan dari negara tetangga dalam penanganan bencana NTT.
Pernyataan tersebut disampaikan tatkala ditanya perihal sejumlah negara yang dikabarkan telah menyatakan kesiapan mengirimkan bantuan ke Indonesia.
"Belum, belum," ucap Prasetyo saat ditanya apakah bantuan internasional memang belum dibutuhkan.
Menurut Prasetyo, pemerintah bakal terus memantau dinamika kondisi di lapangan sebelum menentukan kebijakan berikutnya, termasuk peluang menerima bantuan dari luar negeri.
Sebagai informasi, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan rasa duka cita atas bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Indonesia bagian timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada momen serupa, ia turut mengucapkan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Albanese menyatakan masyarakat Australia turut berduka atas musibah gempa yang meletus pada akhir pekan lalu dan memicu puluhan korban jiwa serta luka-luka.
“Atas nama Pemerintah dan rakyat Australia, saya menyampaikan simpati kepada semua pihak yang terdampak oleh peristiwa tragis ini,” ungkap Albanese lewat pernyataannya pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia, Senin (17/8/2026).
Tidak hanya itu, Pemerintah Palestina juga memanjatkan belasungkawa serta solidaritas mendalam bagi Indonesia menyusul gempa dahsyat yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyatakan rasa duka cita kepada pemerintah serta rakyat Indonesia atas bencana gempa NTT tersebut. Pihak Pemerintah Palestina pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia dan berharap korban luka dapat segera pulih.
Selain itu, Palestina berharap tim pencarian dan penyelamatan bersama instansi terkait mampu menyelamatkan korban yang disinyalir masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Di sisi lain, Iran dan Uni Eropa secara resmi telah menawarkan bantuan kemanusiaan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang menggoncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Presiden Iran secara resmi menawarkan bantuan kemanusiaan serta medis. Sementara Uni Eropa menawarkan pengerahan sistem observasi satelit Copernicus demi menopang aksi pencarian, penyelamatan, hingga pemetaan wilayah.
Adapun Malaysia turut menyampaikan rasa simpati sekaligus dukungannya bagi Indonesia.