JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan dengan penguatan atas dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (14/8/2026), selaras dengan timbulnya respons positif para pelaku pasar atas pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai garis kebijakan pemerintah serta gambaran RAPBN 2027.
Mengacu pada data analisis Doo Financial Futures, mata uang rupiah terangkat 0,28% menuju level Rp17.827 per dolar AS, berbalik dari kisaran penutupan sebelumnya di Rp17.877 per dolar AS.
Laju apresiasi rupiah meluncur di tengah kondisi pergerakan mata uang kawasan Asia yang cenderung bervariasi. Sebagian besar mata uang di Asia membukukan penguatan terhadap dolar AS, sedangkan sebagian kecil lainnya tertahan dalam zona merah.
Lonjakan tertinggi terhadap dolar AS dipimpin oleh dolar Taiwan yang melesat 0,39%, disusul won Korea Selatan sebesar 0,34%, serta dolar Hong Kong yang terangkat 0,20%. Nilai tukar yen Jepang atas dolar AS turut menguat 0,19%, disusul dolar Singapura sebesar 0,11%.
Selanjutnya, yuan China atas dolar AS merangkak naik tipis 0,03%, ringgit Malaysia menguat 0,02%, dan rupee India menguat tipis 0,01%.
Sementara itu, tekanan dialami oleh peso Filipina terhadap dolar AS yang melorot 0,17%, menempatkannya sebagai mata uang dengan depresiasi paling dalam pada kelompok tersebut. Baht Thailand mengekor di belakangnya dengan penurunan 0,03%.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengamati bahwa penguatan rupiah turut terpacu usai pasar sempat mengambil sikap berhati-hati menjelang pidato Presiden.
IHSG yang pada mulanya mengawali hari dengan pelemahan tipis kemudian berbalik menguat sesudah Prabowo memaparkan deretan capaian serta arah kebijakan ekonomi pemerintah.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS dan IHSG naik oleh respons positif investor pada pidato RAPBN Presiden Prabowo. Saya melihatnya sebagai cautiously positif,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Menurut pandangannya, sentimen tersebut masih bakal membayangi fokus perhatian para investor pada awal pekan mendatang. Pelaku pasar diperkirakan hendak mencermati lebih mendalam muatan pidato beserta dampaknya bagi kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah.
“Untuk Senin depan, investor masih akan mencerna lebih dalam pidato Presiden Prabowo tersebut. Selain itu juga menantikan RDG BI,” imbuh Lukman.
Hasil RDG BI bakal menjadi salah satu pemantik utama yang menentukan arah laju rupiah pada perdagangan pekan depan. Lukman memproyeksikan rupiah pada sesi perdagangan selanjutnya beroperasi dalam rentang Rp17.750-Rp17.900 per dolar AS.