JAKARTA - Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Indonesia pada tahun 2027 menembus angka Rp 4.097,2 triliun dan bakal dialokasikan untuk delapan program strategis, salah satunya memprioritaskan pembenahan sekolah yang rusak.
"Kami akan menyelesaikan renovasi sekolah yang membutuhkan paling lambat 2029. Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah wajib memastikan belajar di sekolah yang aman dan nyaman," ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 pada Jumat, (14/8/2026).
Prabowo menganggap bahwa sekolah merupakan tempat bagi anak Indonesia menata masa depan. Kendati demikian, sampai saat ini masih melimpah kondisi bangunan yang kurang layak.
Banyak ruang sekolah yang berdiri dengan atap bocor bahkan roboh, tembok retak, fasilitas toilet rusak, tidak tersedia kamar mandi, dan persoalan lainnya, sehingga tidak sewajarnya dibiarkan begitu saja.
Lantaran hal tersebut, pihak pemerintah bakal mengakselerasi perbaikan seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang kondisinya memprihatinkan mulai tahun 2027 hingga 2028.
Prabowo menargetkan bahwasanya program perbaikan sekolah tersebut paling lambat dapat dituntaskan pada tahun 2029.
"Ini adalah program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah kami, kami harus berani memasang target tinggi tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh, ruang kelas rusak, semua sekolah harus dalam kondisi baik," jelas Prabowo.
Selain memugar fisik bangunan, pemerintah juga bakal melengkapi seluruh sekolah dengan sarana teknologi layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (FTP).
Prabowo mematok target agar tiap-tiap sekolah mengantongi empat ruang kelas yang ditunjang dengan fasilitas FTP.
"FTP akan memudahkan guru dan murid untuk mengajar dan belajar. Long distance learning, guru terbaik bisa mengajar dari studio guru, (dari jarak jauh)," ujar dia.