JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menganggap anak-anak Indonesia wajib tampil sebagai penggerak perubahan, sehingga perlu dididik tak sekadar agar cerdas, melainkan juga berintegritas.
"Kami tidak boleh membiarkan anak-anak kami hanya duduk menjadi penonton di tengah perubahan zaman," kata Muzani saat menyampaikan pidato pengantar dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Di samping itu menurut pandangannya, anak Indonesia mesti dididik bukan sebatas untuk berkompetisi, tetapi tetap memegang teguh semangat gotong royong.
Muzani mengutarakan bahwasanya Indonesia harus menguasai teknologi tanpa menanggalkan nilai kemanusiaan, menguasai sektor ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan, serta terbuka kepada dunia dengan tetap memelihara kedaulatan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwasanya anak-anak Indonesia patut tumbuh dalam landasan karakter beriman, bertakwa, dan mempunyai akhlak mulia.
"Ini lah makna kemajuan sejati yang berakar kuat pada Pancasila. Kemajuan yang tidak hanya memakmurkan kami hari ini, tetapi juga menjaga kelestarian bumi untuk anak cucu kami esok," ujarnya.
Ia menilai Sekolah Rakyat hadir selaku wujud kesungguhan pemerintah dalam menjamin keterjangkauan akses pendidikan bagi warga Indonesia, termasuk kelompok masyarakat kurang mampu.
Selain itu menurutnya, langkah tersebut juga diwujudkan melalui Sekolah Unggul Garuda yang mengemban tugas pokok mencetak talenta unggul di ranah sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
MPR RI, DPR RI, bersama DPD RI menyelenggarakan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.
Perhelatan tersebut salah satunya mengagendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia guna memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di samping penyampaian pidato, pihak pemerintah juga bakal menayangkan video mengenai capaian hasil kerja pemerintah.
Adapun perhelatan sidang tahunan ini merupakan perhelatan kenegaraan resmi untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".