JAKARTA - MotoGP mulai menjajaki peluang untuk memberlakukan regulasi batas anggaran (budget cap) sebagaimana yang telah diterapkan dalam kejuaraan Formula 1.
Direktur Olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta, mengutarakan bahwa kebijakan tersebut tengah dikaji sebagai salah satu langkah menjaga keberlangsungan kompetisi sekaligus membantu keuangan para pabrikan.
Kendati demikian, Ezpeleta menegaskan bahwa untuk saat ini MotoGP tidak menghadapi kendala dari segi tingkat persaingan di arena balap. Pasalnya, dinamika di lintasan membuktikan bahwa kemenangan tidak melulu ditentukan oleh tim yang memiliki sokongan dana terbesar.
- Baca Juga Ramalan Zodiak Cancer, 20 September 2026
Dalam wawancara bersama Motorsport.com, dikutip Crash, Kamis (13/8/2026), Ezpeleta mengutarakan bahwa kendati tidak ada korelasi langsung antara besarnya dana yang dikeluarkan dengan raihan prestasi di lintasan, penerapan batas anggaran tetap mampu menghadirkan dampak positif bagi ekosistem kejuaraan.
MotoGP Pelajari Aturan Budget Cap
Di ajang Formula 1, regulasi budget cap telah mulai berlaku sejak tahun 2021. Kebijakan itu mencakup sebagian besar alokasi pengembangan mobil dan performa, termasuk pengeluaran untuk gaji staf.
Namun, terdapat beberapa komponen yang dikecualikan, seperti gaji pebalap, tiga staf dengan kompensasi tertinggi, anggaran pemasaran, serta biaya perjalanan.
Implementasi regulasi ini diawasi langsung oleh FIA melalui audit keuangan. Penerapan budget cap dinilai efektif membantu Formula 1 menggaet lebih banyak pabrikan baru sekaligus membuat kondisi finansial tim yang ada menjadi lebih sehat.
Ezpeleta mengakui bahwa memberlakukan kebijakan serupa di MotoGP bukanlah perkara mudah mengingat setiap pabrikan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
"Ini adalah tujuan yang sangat ambisius karena para konstruktor (MotoGP) berasal dari perusahaan, latar belakang, dan organisasi yang berbeda," ujar Ezpeleta.
"Hal ini perlu dipelajari, tapi kalau ada kemauan, pasti ada jalan," lanjutnya.
Aprilia Jadi Bukti Uang Bukan Segalanya
Terdapat perbedaan dengan Formula 1 yang sebelumnya diwarnai kesenjangan lebar antara tim berdana besar dan kecil; persaingan di MotoGP saat ini justru memperlihatkan tingkat ketimpangan yang relatif minim.
Pencapaian Aprilia yang sanggup memberikan kejutan pada musim ini menjadi salah satu bukti bahwa kejayaan di MotoGP tidak senantiasa bisa dibeli dengan modal yang besar.
"Ini dibutuhkan karena beberapa alasan berbeda. Kami tidak punya masalah di lintasan. Hal itu sangat penting untuk digarisbawahi," kata Ezpeleta.
"Anda bisa melihat sekarang bahwa beberapa pabrikan mampu mengungguli mereka yang memiliki anggaran lebih besar," lanjutnya.
Meski demikian, Ezpeleta menilai masih terbuka ruang untuk memacu efisiensi pengelolaan keuangan di MotoGP.
"Saya pikir penting untuk membangun alasan yang jelas tentang bagaimana dan mengapa kami melakukan ini," kata dia.
"Kami memiliki peluang di depan mata. Saya percaya beberapa pabrikan memiliki ruang yang cukup besar untuk mengurangi anggaran mereka," lanjutnya.
Apabila kelak resmi diberlakukan, penerapan budget cap di panggung MotoGP dapat menjadi pijakan baru untuk menjaga keseimbangan finansial tanpa menggerus sengitnya kompetisi antarpabrikan di lintasan.